Umum

Tinjauan Umum Tentang Kontrasepsi Pil Kombinasi

Tinjauan Umum Tentang Kontrasepsi Pil Kombinasi

  1. Pengertian Pil Kombinasi

Kontrasepsi oral steroid kombinasi adalah metode kontrasepsi yang paling efektif.Terdiri atas kombinasi estrogen dan gestagen dalam dosis tertentu. Estrogen dan gestagen yang dipakai adalah steroid sintetik dimana steroid sintetik  mempunyai potensi yang lebih tinggi per unit dibandingkan  dengan steroid alamiah kalau ditelan per oral. Kandungan estrogen yang banyak digunakan ialah etinilestradiol dan mestranol (3 metil eter). Mestranol didalam hati  akan mengalami proses dimetilasi menjadi etinilestradiol. Sedangkan gestagen yang digunakan adalah derivat 19 nor-testosteron berupa noretinodrel, norethindron asetat, etinodial diasetat dan norgestrel.(1

Saat ini telah tersedia juga gestagen generasi ke-3 yang bersifat “Lipid friendly” yaitu desogestrel, gestoden dan norgestimat. Pil kombinasi adalah kontrasepsi oral yang paling sering digunakan, diminum setiap hari selama 3 minggu dan dihentikan pemakaiannya selama 1 minggu, yang dalam waktu 1 minggu itubiasanya akan terjadi perdarahan dari uterus akibatpenghentian pemakaian obat.

Pil kombinasi adalah kontrasepsi yang pada dasarnya meniru proses-proses alamiah, yakni akan mengantikan produksi normal; estrogen dan progestron oleh ovarium (Hartanto, 2004).

Pil kombinasi adalah pil hormonal yang terdiri atas komponen estrogen dan komponen progestagen (Wiknjosastro, 2010).

Pil kombinasi merupakan pil kontrasepsi yang berisi hormon sintesis estrogen dan progestron (Handayani, 2010).

  1. Jenis-Jenis Pil Kombinasi

Pertama kali  ditemukan  oleh  Pincus   (Pincus Pill).  Jenis  monofasik

paling banyak digunakan saat ini. Setiap tabletnya  mengandung 30 -100 μ g etinilestradiol (di beberapa negara  terdapat pula tablet dengan 10 dan 20 μ g) dan gestagen  sintetik dengan dosis yang berbeda-beda. Kebanyakan efek  samping yang timbul disebabkan oleh kandungan estrogen  sehingga saat ini hampir semua pil kontrasepsi mempunyai kadar estrogen yang rendah (20-35 μ g etinilestradiol). Dari sebagian besar penelitian, pemberian dosis 50 μ g menimbulkan efek samping yang sangat rendah.

Jenis-jenis pil kombinasi yang terutama adalah:

  1. Monofasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progesteron (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif .
  2. Bifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progesteron (E/P) dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.
  3. Trifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/progesteron (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. (Arum, 2009)

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Anda mungkin juga suka...