Pendidikan

Teori Ekologi

Teori Ekologi

Teori etologis menempatkan tekanan yang kuat pada landasan perkembangan biologis. Berbeda dengan teori etologi, Urie Bronfenbrenner (1917) mengajukan suatu pandangan lingkungan yang kuat tentang perkembangan yang sedang menerima perhatian yang meningkat. Teori ekologi adalah pandangan sosiokultular Bronfenbrenner tentang perkembangan, yang terdiri dari 5 sistem lingkungan mulai dari masukan interaksi langsung dengan gen-gen sosial (social agent) yang berkembang baik hingga masukan kebudayaan yang berbasis luas. Kelima sistem dalam teori ekologis Bronfenbrenner ialah mikrosistem, mesosistem, ekosistem, makrosistem dan kronosistem. Modal ekologis Bronfenbrenner (1979, 1986, 1989, 1993).

Mikrosistem, dalam teori ekologis Bronfenbrenner ialah setting dimana individu hidup. Konteks ini meliputi keluarga individu, teman-teman sebaya, sekolah dan lingkungan. Dalam mikrosistem inilah interaksi yang paling langsung dengan agen-agen sosial berlangsung. Misalnya orang tua, teman-teman sebaya, dan guru. Individu tidak dipandang sebagai penerima pengalaman yang pasif dalam setting ini, tetapi sebagai seseorang yang menolong membangun setting. Bronfenbrenner menunjukkan bahwa kebanyakan penelitian tentang dampak-dampak sosiokultural berfokus pada mikrosistem.

Mesosistem, dalam teori ekologi Bronfenbrenner meliputi hubungan antara beberapa mikrosistem atau hubungan antar beberapa konteks. Contohnya ialah hubungan antara pengalaman keluarga dan pengalaman sekolah, pengalaman sekolah dengan pengalaman keagamaan, dan pengalaman keluarga dengan pengalaman teman sebaya. Misalnya anak-anak yang orang tuanya menolak mereka dapat mengalami kesulitan mengembangkan hubungan positif dengan guru, para developmentalis semakin yakin pentingnya mengamati perilaku dalam setiing majemuk seperti keluarga, teman sebaya, dan konteks sekolah untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang perkembangan individu.

Ekosistem, dalam teori ekologi Bronfenbrenner dilibatkan ketika pengalaman-pengalaman dalam setting sosial lain dimana individu tidak memiliki peran yang aktif mempengaruhi apa yang individu alami dalam konteks yang dekat. Misalnya pengalaman kerja dapat mempengaruhi hubungan seorang perempuan dengan suami dan anaknya. Seorang ibu dapat menerima promosi yang menuntutnya melakukan banyak perjalanan, yang dapat meningkatkan konflik perkawinan dan perubahan pola interaksi orang tua anak. Contoh lain ekosistem adalah pemerintah kota yang bertanggung jawab bagi kualitas taman, pusat-pusat rekreasi dan fasilitas perpustakaan bagi anak-anak dan remaja.

Makrosistem, dalam teori ekologi Bronfenbrenner meliputi kebudayaan di mana individu hidup. Ingat bahwa kebudayaan mengacu pada pola perilaku, keyakinan dan semua produk lain. Dari sekelompok manusia yang diteruskan dari generas-generasi. Ingat juga bahwa studi lintas budaya, perbandingan antar satu kebudayaan dengan kebudayaan lain atau lebih kebudayaan lain, memberi informasi tentang generalitas perkembangan.

sumbr :

https://www.sudoway.id/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...