Sistem Ekonomi Campuran
Pendidikan

Sistem Ekonomi Campuran

Sistem Ekonomi Campuran

Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Seperti telah dikatakan sebelumnya, sekarang ini tidak ada satupun (terkecuali di Korea Utara) Negara yang menerapkan sistem ekonomi sosialis atau kapitalis 100 %. Jadi, sistem ini merupakan “campuran” antara kedua sistem ekonomi tersebut diatas, dengan berbagai variansi kadar dominasinya (Tambunan, 2000b).

Sanusi (2000) menjelaskan sistem ekonomi campuran sebagai berikut:  Dalam sistem ekonomi campuran dimana kekuasaan dan kebebasan berjalan secara kebersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda. Ada sistem ekonomi campuran yang mendekati sistm kapitalis /liberalis karena kadar kebasan yang relatif besar atau presentase dari sistem kapitalisnya sangat besar. Adapula sistem ekonomi campuran yang mendekati ekonomi soosialis dimana peran kekuasaan pemerintah relative besar terutama dalam menjalankan berbagai kebijakan  ekonomi, moneter/fiscal dan lain-lain. Di dalam sistem ekonomi campuran adanya campur tangan pemerintahterutama untuk mengendalikan kehidupan/pertumbuhan ekonomi, mencegah adanya konsentrasi yang terlalu besar di tangan satu orang atau kelompok swasta, juga untuk melakukan stabilisasi perekonomian, mengatur tata tertib serta membantu golongan ekonomi lemah (hal 57).

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis. Perpaduan ini mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian. Jadi, dapat diartikan sebagai jalan tengah antara peran mutlak negara dan peran menonjol individu. Jalan tengah ini disesuaikan dengan keadaan saat perpaduan itu terjadi sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem campuran tersebut. Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh negara berkembang. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran

  • Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pihak pemerintah dan pihak swasta.
  • Transaksi ekonomi terjadi di pasar dan ada campur tangan dari pemerintah.
  • Ada persaingan serta masih ada kontrol dari pemerintah.
  • Lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan golongan
  • Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas individu sesuai dengan kemampuannya.
  • Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
  • Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan di bidang ekonomi.
  • Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
  • Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
  • Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
  • Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.

sumber :

https://keduang.co.id/2020/04/kill-shot-apk/

Anda mungkin juga suka...