Umum

Persaingan Antara Partai UMNO dan PAS dalam Isu Islamisasi

Persaingan Antara Partai UMNO dan PAS dalam Isu Islamisasi

Sebagaimana yang telah dijelaskna di atas, kekutan islam di Negara Malaysia tidak dapat dipisahkan dari beberapa faktor kausal, kondisional dan kontekstual serta peristiwa-peristiwa yang telah memperkuat pengaruh dan peran islam dalam berbagai fase sejarah Malaysia. Ini berkaitan, tidak hanya dengan identifikasi melayu islam, keberpihakan konstitusi pada islam, dan kebijakan pemerintah pasca kerusuhan etnis 1969, tetapi juga terkait dengan situasi kebangkitan islam di tingkat global dan nasional, serta adanya kompetisi panjang UMNO-PAS dalam mencari dukungan dan legitimigasi melayu.

Kompetisi atau persaingan antara partai pemerintah (UMNO) dengan partai Oposisi Islam ( PAS) turut punya andil yang relative besar dan memperkuat etos keislaman di Negara Malaysia. PAS adalah partai yang memperjuangkan islam, bermaksud membentuk Negara islam dan melaksanakan syariat islam di dalamnya. Massa pendukungnya adalah orang-orang melayu muslim. Sementara UMNO  adalah partai pemerintah yang pemimpinnya memegang jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan. Mayoritas pendukungnnya adalah juga Melayu Muslim yang menginginkan terciptanya suasana dan kondisi islam di Negara tersebut.

Partai PAS sebenarnya terlahir dari partai UMNO.Partai ini, tepatnya dilahirkan oleh ulama-ulama dalam UMNO yang bersebrangan pemikiran dengan partai itu.Kelahiran PAS sebagai sebuah partai politik disinyalir dilatarbelakangi oleh karena beberapa orang ulama dalam UMNO yang mempunyai komitmen kuat terhadap Islam, merasakan islam tidak mendapat tempat dan perhatian dari partai itu. Dengan demikian, bila kelahiran UMNO bertujuan untuk menentang Uni Malaya yang diinisiasi kolonial inggris dan memperjuangkan kemerdekaan, maka kelahiran PAS bertujuan memenuhi ruang kosong, dalam rangka memperjuangkan Islam yang dilihat kurang mendapatkan perhatian dalam perjuangan UMNO. Dari sinilah akan dilihat perbedaan dasar UMNO-PAS terhadap islam, suatu perbedaan yang menjadi dasar kritik dan koreksi PAS terhadap kebijakan dan pelaksanaan pemerintahan UMNO.

UMNO  tidak lari dari hakikat landasan perjuangan yang begitu kental dengan identitas nasionalisme. Menurut John Funston :”UMNO tidak mempunyai ideology melainkan perkara-perkara yang samar”. Menurutnya lagi :boleh dikatakan UMNO mempunyai ideologi  yang  jelas mengenai satu isu saja yaitu mengenai semangat nasionalisme melayu. UMNO  berpegang pada satu konsep sempit bangsa melayu dan sebenarnya lebih bersifat komunal daripada yang terlihat.

Berbeda dengan UMNO, komitmen PAS terhadap islam sangat besar. Dalam perjuangannya, PAS secara konsisten menyokong sebuah Negara islam dan aturan sosial berdasarkan hukum syariat serta mengutuk westenisasi, sekularisasi, materialisasi, kesenjangan ekonomi dan sosial dan politik otoriterianisme. Sebagai partai yang berideologi islam, PAS menjadikan islam sebagai cita-cita umatnya serta pedoman yang mempengaruhi pandangan, prilaku, kebijakan dan aksi politiknya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dari sejarah perkembangan dasar perjuangan PAS sejak semula, PAS adalah partai politik yang memperjuangkan islam tulen. Sedangkan UMNO, sejak didirikan sampai saat ini, merupakan sebuah partai praktis tanpa suatu ideologi yang jelas, yang dapat dijadikan sebagai dasar perjuangannya, kecuali nasionalisme melayu. Ini tentu saja menjadi sasaran empuk kritik fundamuntalis islam. PAS sebagai partai oposisi yang berideologi islam tentu saja berada pada barisan terdepan dalam memperjuangkan tegaknya nilai-nilai islam di Negara itu.

Kesimpulan

Tidak adanya dokumen yang lengkap mengenai kedatangan Islam ke Malaysia, menyebabkan munculnya berbagai teori tentang kapan dan dari mana Islam pertama kali menyebar di negara ini. Wan Hussein Azmi, dalam kitabnya Islam di Malaysia Kedatangan  dan Perkembangan ( Abad 7-20 M), beragumen bahwa Islam datang pertama kali ke Malaysia sejak abad ke 7 M. Pendapat in berdasarkan pada sebuah argumen bahwa pada pertengahan abad tersebut pedagang Arab sudah sampai pada gugusan pulau-pulau Melayu, dimana Malaysia secara geografis tidak dapat dipisahkan darinya. Para pedagang Arab yang singgah dipelabuhan dagang Indonesia pada paruh ketiga abad tersebut, menurut Azmi tentu juga singgah di pelabuhan- pelabuhan dagang di Malaysia.Sejalan dengan pendapat Wan Hussein Azmi, Hashim Abdullah dalam kitabnya Perspektif Islam di Malaysia, menegaskan : para pedagang Arab singgah di pelabuhan-pelabuhan sumatera untuk mendapatkan barang-barang keperluan dan sementara menanti perubahan angin mosun. Ada diantara mereka yang singgah di pelabuhan-pelabuhan tanah melayu seperti Kedah, Trengganu dan Malaka. Oleh yang demikian bolehlah dikatakan bahwa islam telah masuk di tanah Melayu pada abad ke 7 M. Namun pendapat / teori ini masih sangat meraguakan karena hipotesis tersebut terlalu umum dan masih dapat diperdebatkan.

Sumber: https://carbomark.org/

Anda mungkin juga suka...