Pendidikan

PENGERTIAN PERKEMBANGAN

  1. PENGERTIAN PERKEMBANGAN

Apa asebenarnya pengertian perkembangan itu? Istilah perkembangan (development) dan pertumbuhan (growth) dalam artian biasa memang hampir sama. Keduanya dapat diartikan adanya perubahan dari keadaan sesuatu kekeadaan yang lain. Namun pada istilah pertumbuhan dititik beratkan pada perubahan fisik, sedangkan istilah perkembangan digunakan kalau lebih menekankan pada perubahan psikis.

Sebagaimana Monks dkk. menuliskan istilah pertumbuhan khusus dimaksudkan bagi pertumbuhan dalam ukuran-ukuran badan dan fungsi fisik yang murni, sedangkan istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat-sifat yang khas mengenai gejala psikologik yang Nampak.[2]  Dan tidak dapat disangkal bahwasannya pertumbuhan fisik mempengaruhin perkembamngan psikis, karena keduanya memang tidak dapat dipisahkan.

Dalam penjelasan mengenai teori perkembangan terdapat perbedaan di dalam memahami apa yang termasuk dalam perkembangan dan mengenai cara perkembangan berlangsung. Namun terdapat beberapa prinsip umum yang didukung hampir semua ahli, yaitu :

  1. Manusia berkembang dalam tingkat yang berbeda

Dalam kelas anda akan memiliki seluruh benangan contoh mengenai tingkat perkembangan yang berbeda. Beberapa siswa akan lebih besar, terkoordinasi lebih baik, atau lebih dewasa dibannding dengan yabg lainnya.

  1. Perkembangan relatif runtut

Orang cenderung mengembangkan kemampuan tertantu sebelum kemampuan yang lain.

  1. Perkembangan berjalan secara gradual

Sangat jarang perubahan terjadi setiap hari. Jadi di dalam perkembangan manusia membutuhkan waktu, dan perkembangan itu berjalan relatif sangat lambat dan tidak setiap hari berlangsung.[3]

  1. TEORI-TEORI PERKEMBANGAN

Dalam makalah ini kita (penulis) akan membahas mengenai teori-teori perkembangan, yang diantaranya yaitu :

  1. Teori Nativisme ( Teori yang Berorientasi pada Biologi )[4]

            Aliran nativisme berasal dari kata natus (lahir); nativis (pembawaan) yang ajarannya memandang manusia (anak manusia) sejak lahir telah membawa sesuatu kekuatan yang disebut potensi (dasar). Aliran nativisme ini, bertolak dari leibnitzian tradition yang menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga faktor lingkungan, termasuk faktor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain bahwa aliran nativisme berpandangan segala sesuatunya ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir, jadi perkembangan individu itu semata-mata dimungkinkan dan ditentukan oleh dasar turunan, misalnya ; kalau ayahnya pintar, maka kemungkinan besar anaknya juga pintar.

Para penganut aliran nativisme berpandangan bahwa bayi itu lahir sudah dengan pembawaan baik dan pembawaan buruk. Oleh karena itu, hasil akhir pendidikan ditentukan oleh pembawaan yang sudah dibawa sejak lahir. Berdasarkan pandangan ini, maka keberhasilan pendidikan ditentukan oleh anak didik itu sendiri. Ditekankan bahwa “yang jahat akan menjadi jahat, dan yang baik menjadi baik”. Pendidikan yang tidak sesuai dengan bakat dan pembawaan anak  didik tidak akan berguna untuk perkembangan anak sendiri dalam proses belajarnya.

Bagi nativisme, lingkungan sekitar tidak ada artinya sebab lingkungan tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan anak. Penganut pandangan ini menyatakan bahwa jika anak memiliki pembawaan jahat maka dia akan menjadi jahat, sebaliknya apabila mempunyai pembawaan baik, maka dia menjadi orang yang baik. Pembawaan buruk dan pembawaan baik ini tidak dapat dirubah dari kekuatan luar.

sumber :

https://www.sudoway.id/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...