Pendidikan

Pemeliharaan

Pemeliharaan

            Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan melalui system perkandangan terhadap ternak sapi bali. Makanan yang diberikan secara teratur tiga kali dalam sehari. Pemberian pakan terjadwal yaitu pada pagi hari , siang hari dan sore hari. Pada pagi hari diberikan pada jam 07.00, siang pada jam 12.00 dan sore pada 16.00. Pemberian pakan secara teratur bertujuan  untuk mengontrol pertumbuhan atau berat badan sapi bali dalam harian agar tercapai populasi ternak yang bagus.

Sistem pemeliharaan ternak sapi dibagi menjadi tiga, yaitu intensif, ekstensif, dan mixed farming system (sistem pertanian campuran). Pemeliharaan secara intensif dibagi menjadi dua, yaitu (a) sapi di kandangkan secara terus menerus dan (b) sapi di kandangkan pada saat malam hari, kemudian siang hari digembalakan atau disebut semi intensif. Pemeliharaan ternak secara intensif adalah sistem pemeliharaan ternak sapi dengan cara dikandangkan secara terus menerus  dengan sistem pemberian pakan secara cut and curry. Sistem ini dilakukan karena lahan untuk pemeliharaan secara ekstensif sudah mulai berkurang. Keuntungan sistem ini adalah penggunaan bahan pakan hasil ikutan dari beberapa industri lebih intensif dibanding dengan sistem ekstensif. Kelemahan terletak pada modal yang dipergunakan lebih tinggi, masalah penyakit

dan limbah peternakan (Susilorini, Sawitri, Muharlien, 2009).

4.2.2. Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH)

Pertambahan bobot badan sapi bali berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan selama pemeliharaan dengan bahan pakan atau hijauan berupa rumput molato adalah sebesar 0,35 kg dengan berat akhir 264 kg dan berat awal 259 kg. Sedangkan dengan bahan pakan rumput gajah PBBH adalah 0,28 kg dari berat akhir 238 kg. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan antara bahan pakan yang satu dengan bahan pakan yang lain akan mempengaruhi bobot badan ternak. Seperti diketahui bahwa sapi bali yang dipelihara dengan pemberian pakan yang berbeda tapi dengan perlakuan yang sama yaitu sapi A yang diberika rumput gajah lebih tinggi palatabilitasnya dibandingkan dengan sapi B yang diberikan rumput molato. Laju pertambahan bobot badan dipengaruhi oleh umur, lingkungan dan genetik dimana bobot badan awal fase penggemukan berhubungan dengan bobot badan dewasa. Pola pertumbuhan ternak tergantung pada sistem manajemen yang dipakai, tingkat nutrisi yang tersedia, kesehatan dan iklim. Pertumbuhan dapat dinyatakan dengan pengukuran kenaikan bobot badan, yaitu dengan penimbangan berulang-ulang dan dibuat dalam pertambahan bobot badan harian, mingguan atau per satuan waktu lain (Tillman, dkk 2008).

sumber :

Anda mungkin juga suka...