sapi potong
Peternakan

Panduan penggemukan sapi potong

Panduan penggemukan sapi potong

sapi potong

Pemberian pakan hijau pada proses penggemukan sapi dirasa kurang tepat. Sapi mungkin bisa gemuk, tapi waktu yang dibutuhkan untuk penggemukan menjadi lebih panjang. Karena kurang efektif, peternak kemudian melakukan penggemukan dengan pemberian pakan konsentrat.

Kombinasi pemberian pakan konsentrat dan hijau akan membantu mempercepat penambahan bobot sapi. Setidaknya peternak bisa memanen sapi potongnya dalam waktu 4-6 bulan saja.

Lantas, apa saja bahan yang digunakan untuk menghasilkan pakan konsentrat? Tentunya bahan yang bisa diterima oleh sistem pencernaan sapi dengan sangat baik, seperti ampas tahu, bekatul, kulit nanas, ampas tebu, kulit biji kacang kedelai dan lainnya.

Pakan konsentrat ini bisa ditemukan dengan sangat mudah dari berbagai pertanian atau industri. Sisa-sisa limbah tidak terpakai bisa diolah dengan takaran khusus hingga menjadi pakan konsentrat yang bermanfaat untuk penggemukan sapi.

Sementara untuk jenis pakan hijau yang akan diberikan adalah rumput, jerami, daun jagung, daun tebu, alang-alang dan masih banyak lagi. Nutrisi dari kombinasi pakan di atas sangat lengkap. Inilah yang menyebabkan proses penggemukan sapi potong dengan teknik kombinasi paling sering dilakukan oleh peternak Indonesia maupun luar negeri.

Bila sebelumnya, Anda sering kali memberikan pakan hijau terlebih dahulu baru pakan konsentrat. Maka kali ini cobalah untuk melakukan kebalikannya. Berikan pakan konsentrat pertama kali untuk kebutuhan pakan mikrobia rumen sehingga saat pakan hijau diberikan, rumen sapi sudah siap untuk mencerna makanan.

Bagaimana pun juga kita harus mengingat pelajaran IPA yang menyebutkan sapi sebagai hewan ruminansia. Hewan ruminansia memang dikenal sebagai hewan yang melalui 3 sistem pencernaan, pertama secara mekanis, fermentatif dan enzimatis. Saat sistem pencernaan secara fermentatif bekerja, mikrobia rumen yang akan membantu proses pencernaan berjalan lancar.

Setelah memahami panduan penggemukan sapi potong di atas. Lanjutkan dengan memahami aspek yang berhubungan dengan sukses tidaknya proses penggemukan di bawah ini:

  • Pemilihan Jenis Pakan Sapi

Karena harganya murah bukan berarti Anda bisa asal pilih pakan konsentrat yang dijual di pertanian atau industri. Ada beberapa kondisi yang harus Anda pahami di antaranya adalah kandungan gizi dari jenis makanan tersebut.

Sudahkah Anda mengetahui berapa kisaran gizi yang diperlukan oleh sapi potong Anda? Dan apakah pakan konsentrat tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisi sapi.

Perhatikan pula kondisi kebersihan pakannya. Apakah pakan tersebut benar-benar layak untuk diberikan pada sapi potong Anda. Jangan sampai pakan yang diberikan ternyata sudah kadaluwarsa atau bahkan beracun. Tentunya Anda tidak ingin jika sapi mati karena kesalahan tersebut, bukan?

Saat belanja pakan untuk mengaplikasikan cara penggemukan sapi potong, usahakan untuk selalu memeriksa kondisi pakannya. Bila sudah tidak benar-benar layak bahkan membusuk atau beracun sebaiknya jangan dibeli.

  • Lakukan Sistem Penggemukan Selain Kombinasi

Sistem kombinasi dengan memberikan pakan hijau dan konsentrat merupakan cara terbaik dan paling efektif untuk membantu penambahan bobot sapi. Karena dengan pakan hijau saja, sapi tidak bisa tumbuh berat dalam waktu 6 bulan.

Tapi, tidak ada salahnya juga jika Anda mencoba sistem penggemukan lainnya. Sistem penggemukan dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit contohnya. Sistem penggemukan ini bahkan sedang digalakkan oleh pemerintah sebagai langkah terbaik menanggulangi limbah dari perkebunan kelapa sawit.

Sekaligus membantu mengurangi biaya produksi dari peternak sapi potong. Bila memang kebetulan Anda memiliki kebun sawit, maka manfaatkan sistem penggemukan tersebut dengan baik. Supaya lebih maksimal, cari tahu bagaimana tips penggemukan sapi potong dengan sistem limbah kelapa sawit.

  • Pengendalian Penyakit

Proses penggemukan mungkin bisa berhasil dan berjalan lancar karena sapi sudah diberikan makanan yang sempurna. Tapi bagaimana dengan risiko penyakit? Risiko penyebaran penyakit tentunya selalu mengintai dan menghantui proses penggemukan. Karena sekalinya sapi sakit, biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan sangat tinggi.

Proses penggemukan pun akan ikut dihentikan, karena harus menunggu sapi kembali pulih seperti sedia kala hingga bisa menerima makanan dengan baik. Daripada melakukan tindakan pengobatan, memang lebih baik bila mencegahnya.

Demikian hal-hal yang wajib diperhatikan seorang peternak saat melakukan sistem penggemukan. Proses ini memang memakan waktu yang lama, maksimal setengah tahun tapi hasil panennya akan sangat memuaskan.


sumber : duniapeternakan.com

Anda mungkin juga suka...