Umum

Mekanisme  Kerja Pil Kombinasi

Mekanisme  Kerja Pil Kombinasi

Pil – pil hormonal terdiri atas komponen estrogen dan progesteron, atau oleh salah satu dari omponen itu. Hormon steroid sintetik dalam metabolismenya sangat berbeda dari hormone steroid yang dikeluarkan oleh ovarium, umumnya dapat dikatakan bahwa komponen estrogen dalam pil dengan jalan menekan sekresi FSH menghalangi maturasi folikel dan ovarium. Karena pengaruh estrogen dari ovarium tidak ada, tiadak terdapat pengeluaran LH. Ditengah – tengah daur haid kurang terdapat FSH dan tidak ada pening katan kadar LH menyebabkan ovulasi terganggu. Komponen progesteron dalam pil kombinasi memperkuat kasiat estrogen untuk mencegah ovulasi, sehingga dalm 95 – 98 % tidak terjadi ovulasi selanjutnya, estrogen dalm dosis tinggi dapat pula mempercepat perjalanan ovum dan enyulitkan terjadinya implantasi dalam endometrium dari ovum yang sudah dibuahi.

Komponen progesteron daam pil kombinasi seperti disebut di atas memperkuat daya ekstrogen untuk mncegah ovulasi. Progesteron sendiri dalam dosis tinggi dapat menghambat ovulasi akan tetapi tidak dalam dosis rendah.

Progesteron mempunyai kasiat sebagai berikut :

  1. Lendir serviks uteri menjadi lebih kental, sehingga menghalangi penetrasi sperma untuk masuk dalam uterus.
  2. Kapasitas sperma yang perlu untuk memasuki ovum terganggu
  3. Beberapa progesteron tertentu seperti noretrinodrel memepunyai efek antiestrogenik terhadap endometrium, sehingga menyulitkan implantasi ovum yang telah dibuahi. (Winkjosastro, 2009)

Dan secara singkat mekanisme kerja Pil kombinasi adalah:

  1. Menekan ovulasi.
  2. Mencegah implantasi.
  3. Lendir servik mengental sehingga sulit dilalui sperma.
  4. Pergeseran  tuba  terganggu  sehingga  transportasi  telur dengan sendiri

akan terganggu pula (Arum , 2009)

  1. Cara Pemakaian Pil Kombinasi

Ada pil kombinasi yang dalam satu bungkus berisi 21 (atau 22) pil dan ada yang berisi 28 pil. Pil yang berjumlah 21-22 diminum mulai hari ke-5 haid tiap hari satu pil terus menerus, dan kemudian berhenti jika isi bungkus habis; sebaiknya pil diminum pada waktu tertentu atau sama setiap harinya, misalnya malam sebelum tidur. Beberapa hari setelah minum pil dihentikan, biasanya terjadi withdrawal bleeding dan pil dalam bungkus kedua dimulai hari ke-5 dari permulaan perdarahan.

Apabila tidak terjadi withdrawal bleeding, maka pil dalam bungkus kedua mulai diminum 7 hari setelah pil dalam bungkus pertama habis. Pil dalam bungkus 28 pil diminum tiap malam terus-menerus. Pada hari pertama haid pil yang inaktif mulai diminum, dan dipilih pil menurut hari yang ditentukan dalam bungkus. Keuntungan minum pil berjumlah 28 biji ialah bahwa karena pil ini diminum tiap hari terus-menerus, tidak mudah dilupakan. Jika lupa meminumnya, pil tersebut hendaknya diminum keesokan paginya, sedang pil untuk hari tersebut diminum pada waktu yang biasa. Jika lupa minum pil dua hari berturut-turut, dapat diminum 2 pil keesokan harinya dan 2 pil lusanya. Selanjutnya, dalam hal demikian, dipergunakan cara kontrasepsi yang lain selama sisa hari dari siklus yang bersangkutan. Demikian pula hendaknya jika mulai minum pil, digunakan cara kontrasepsi lain selama sedikit-sedikitnya 2 minggu. Petunjuk umum untuk hal ini ialah: anggaplah bungkus pertama belum aman. (Winkjosastro, 2009)

POS-POS TERBARU

Anda mungkin juga suka...