Macam-Macam Pernikahan Terlarang Dalam Islam
Agama

Macam-Macam Pernikahan Terlarang Dalam Islam

Macam-Macam Pernikahan Terlarang Dalam Islam

Macam-Macam Pernikahan Terlarang Dalam Islam
Macam-Macam Pernikahan Terlarang Dalam Islam

 

Dalam islam melarang beberapa bentuk pernikahan-pernikahan yaitu sebagai yang di uraikan di bawah ini

1. Pernikahan mut’ah

Pernikahan ini ialah pernikahan yang diniatkan hanya untuk bersenang-senang dan hanya untuk jangka waktu seminggu, sebulan, setahun dan seterusnya.
Nikah mut’ah pada mulanya dibolehkan oleh Rasulullah SAW. Yaitu pada saat terjadi perperangan yang menyita waktu yang sangat panjang, dimana para suami lama meninggalkan para istrinya dimedan perang. Dengan pertimbangan agar jangan sampai para sahabat jatuh pada perbuatan zina/mesum, maka pada waktu itu Rasulullah SAW membolehkan nikah mut’ah karena dianggap darurat dan sifatnya sementara saja.

2. Pernikahan syighar

Yang di maksud dengan pernikahan syighar adalah pernikahan yang disandarkan kepada janji atau kesepakatan penukaran yaitu menjadikan dua oranng perempuan sebagai mahal atau jaminan masing-masing
Pernikahan syighar ini adalah pernikahan dalam adat jahiliyah, karenanya pernikahan ini dilarang oleh islam dan apabila terjadi pernikahan seperti itu, maka pernikahannya batal.
Rasulullah SAW bersabda,
Artinya
“Dari Ibnu Umar ra ia berkata, rasulullah SAW telah melarang nikah syighar yaitu seseorang mengawinkan/menikahkan anak perempuannya kepada seseorang laki-laki dengan syarat laki-laki itu harus mengawinkan perempuannya kepada laki-laki pertama dan masing-masing tidak membayar mahal.” (HR. Bukhari Muslim)

3. Pernikahan muhallil

Makna dari pernikahan ini ialah pernikahan yang menghalalkan atau membolehkan yaitu pernikahan yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk menghalalkan perempuan yang dinikahinya agar dinikahi lagi oleh mantan suaminya yanng telah menalak tiga (talak ba’in) atau dengan kata lain pernikahan muhallil adalah pernikahan yang dilakukan oleh seseorang laki-laki terhadap perempuan yang sudah di talak tiga, dengan maksud agar mantan suaminya yang telah menalak tiga dapat kembali menikahi perempuan tersebut setelah diceraikan oleh suaminya yang baru.
Suami yang baru itu disebut dengan muhallil (orang yang menghalalkan) dan suami yang telah menalak tiga itu disebut muhallahu (orang yang dihalalkan untuknya).
Pernikahan muhallil ini dilarang dalam agama islam dan bahkan Rasulullah SAW pun melaknatnya, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh para ahli hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW menglaknat baik muhallil maupun muhallahu tersebut.
Artiya
“Dari uqbah bin amir ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW maukah kuberi tahukan kepadamu tentang kambing jantan yang dipinjam? Para sahabat menjawab ‘mau wahai Rasulullah, Nabi bersabda yaitu; (muhallil) Allah melaknat muhallil maupun muhallal lahu.”(HR. Ibnu Majah)

4. Pernikahan silang

Pernikahan ini ialah pernikahan antara laki-laki dan wanita yang berbeda agama atau keyakinannya, pernikahan yang dilarang seperti ini terdiri dari dua macam yaitu;
a. Laki-laki mukmin yang menikahi perempuan musyrik (non muslim),
Allah SWT berfirman
Artinya;
“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik dari pada perempuan non muslim (musyrik) meskipun dia menarik hatimu.” (QS. Al-Baqarah : 221)
b. Perempuan mukmin yang menikahi laki-laki non muslim,
Allah SWT berfirman
Artinya;
“Dan janganlah kamu nikahi laki-laki musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik dari pada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu.” (QS. Al-baqarah : 2/ 221)

5. Pernikahan khadan

Yang dimaksud dengan pernikahan khadan yaitu; pernikahan gundik atau piaraan baik laki-laki yang menjadikan wanita sebagai gundik maupun wanita yang menjadikan laki-laki sebagai gundik, pernikahan seperti ini menjadi tradisi pada masa jahiliyah dan tidak mustahil banyak dilakukan oleh manusia pada masa sekarang. Misalnya saja dengan semakin banyaknya pasangan “kumpul kebo” orang arab jahiliyah berkata perkawinan ini kalau tidak diketahui orang tidak apa-apa dan tercela bila diketahui orang.

Sumber: https://www.dutadakwah.org/

Anda mungkin juga suka...