Pendidikan

Hubungan antara Pendekatan Realistik dengan kemampuan pemecahan masalah

Hubungan antara Pendekatan Realistik dengan kemampuan pemecahan masalah.

Belajar melalui pendekatan pemecahan masalah ditujukan kepada pengembangan generalisasi-generalisasi yang akan membantu individu untuk memecahkan masalah-masalah yang ditemukannya. Proses pemecahan masalah menghasilkan lebih banyak prinsip yang dapat membantu pemecahan masalah selanjutnya. Pemecahan terhadap suatu masalah biasanya dilakukan dengan mempelajari prinsip-prinsip kemudian menerapkannya ke dalam pemecahan masalah tersebut.

Di dalam kegiatan mengajar belajar matematika penggunaan satu macam pendekatan atau metode hampir tidak pernah terjadi. Penerapan pendekatan tertentu selalu terkait dengan pendekatan yang lain.

Di sekolah guru memberikan masalah kepada siswa dengan harapan mereka dapat memecahkannya untuk memperlancar proses mengajar belajar. Mereka biasanya diberikan suatu metode atau pendekatan tertentu untuk memecahkan masalah tersebut, diantaranya dengan menggunakan pendekatan realistik.

Siswa belajar matematika sebagai suatu aktivitas yang manusiawi dimana pembelajarannya tidak dimulai dari bentuk matematika yang formal, melainkan objek-objek matematika yang dimunculkan berdasarkan realitas kehidupan sehari-­hari yang konstektual. Strategi pemecahan masalah dipergunakan dalam proses pcmbelajaran untuk melatih siswa menghadapi permasalahan yang penyelesaiannya menuntut kreatifitas. Masalah bukan sekedar soal-soal yang lazim penyelesaiannya secara mekanistik dan rutin. Masalah merupakan soal yang belum pernah diselesaikan, namun konsep yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah rersebut sudah diajarkan dengan memperhatikan kesesuaian masalah dan kesiapan siswa.

Kemampuan pemecahan masalah dengan pendekatan realistik matematika perlu diupayakan agar siswa mempunyai pengalaman menemukan kembali objek-­objek matematika dengan bimbingan guru. Dalam hal ini siswa mengidentifikasi masalah realistik yang konstektual harus ditransfer ke dalam masalah bentuk matematika untuk dipahami lebih lanjut melalui penskemaan, perumusan, pemvisualisasian, siswa mencoba menemukan kesamaan dan hubungan masalah dan mentransfernya ke dalam bentuk model matematika informal atau formal peranan guru adalah membantu memberikan gambaran model-model matematika yang cocok untuk mempresentasekan masalah tersebut.

Untuk memecahkan masalah-masalah matematika, kepada siswa harus diawali dengan masalah konstektual, yaitu masalah realistik (dunia nyata), atau setidak-tidaknya masalah yang dapat dikhayalkan atau dibayangkan sebagai sesuatu yang nyata. Hal ini dengan mempertimbangkan dua aspek yaitu kecocokan penggunaan konteks dalam pembelajaran, dan kecocokan dampak dalam proses penemuan kembali model matematika dari masalah konstektual tersebut.

Selain itu diarahkan untuk menyelesaikan model matematika (informal atau formal) dari masalah konstektual dengan menggunakan konsep, operasi, dan prinsip matematika yang berlaku dan dipahami siswa secara benar untuk mendapatkan jawaban yang benar pula. Pada akhirnya siswa merumuskan dan menggeneralisasikan jawaban masalah dengan membandingkan jawaban dengan konteks dan kondisi masalah. Dengan bantuan guru, siswa menunjukkan keterkaitan konsep, operasi, dan prinsip matematika yang digunakan dan menggeneralisasikannya.

Jadi dalam memecahkan masalah dengan menggunakan pendekatan realistik, siswa sendiri mengembangkan model-model pemecahan atau pemecahan masalah konstektual. Model-model yang dikembangkan sendiri oleh siswa berfungsi menjembatani jurang antara pengetahuan matematika informal dan pengetahuan matematika formal dari siswa. Siswa mengembangkan model dari masalah konstektual dengan menggunakan model matematika yang telah diketahuinya. Dimulai dengan menyelesaikan masalah konstektual dari situasi nyata yang siswa,sudah kenal, kemudian menemukan model dan masalah tersebut, dan selanjutnya diikuti dengan menemukan model untuk masalah tersebut dan akhirnya mendapatkan penyelesaian masalah dalam bentuk pcngetahuan matematika yang formal.

b        Hubungan antara Pendekatan Realistik dengan hasil belajar.

Hasil belajar siswa langsung dipengaruhi oleh pengalaman siswa dan realitas internal, pengalaman belajar siswa juga dipengaruhi oleh unjuk kelja gum Faktor­faktor yang mempengaruhi basil belajar siswa, yang akan dibahas dalam tulisan ini hanya faktor siswa, guru, sebagai berikut:

1) Siswa

Dalam faktor siswa sebagai input prasyarat masuk suatu lembaga pendidikan hams dipenuhi sehingga dapat mengikuti proses pembelcYaran sesuai dengan yang diharapkan. Dalam peneIitian ini yang dibahas adalah yang berkaitan dengan aktivitas siswa dan respon siswa.

  1. a) Aktivitas Siswa

Aktivitas siswa merupakan prinsip yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa tidak hanya mendengar sejumlah teori-teori secara pasif, melainkan siswa hams aktif dan sungguh-sungguh dalam semua kegiatan pembelajaran, seperti mendengar, menulis, tanya jawab, diskusi, praktik dan lain-lain. aktivitas selama pembelajaran matematika realistik adalah mendengarkanlmemperhatikan penjelasan guru atau teman kelompok, mencatat pertanyaan guru, mengeIjakanlmendiskusikan pertanyaan guru melalui LKS, menyajikan hasil diskusi kelompok, menanggapi jawaban hasil diskusi kelompok lain, merangkum materi pelajaran, menulis/mengeIjakan PRlkuis, dan perilaku yang tidak relevan dengan pembelajaran (Sardiman, 2000: 34).

sumber :

https://www.lesotakus.com/peanuts-apk/

Anda mungkin juga suka...