Uncategorized

  Hidrosfer (Lapisan Air)

  Hidrosfer (Lapisan Air)

Hidrosfer (Hydro = air, sphaira = bulatan) ialah semua perairan yang berada di bumi, yaitu samudra, lautan, danau, sungai dan air tanah. Kira-kira 71% dari planet bumi ini merupakan lapisan air. Air dari laut, sungai, danau menguap (evaporasi) ditambah dari penguapan vegetasi (transpirasi) akan membentuk awan. Awan yag terbawa oleh angin ketempat yang lebih tinggi akan mengalami pendinginan (kondensasi) sehingga terurai menjadi titik-titik air yang  karena gaya beratnya akan turun ke muka bumi sebagai hujan (presipitasi). Setelah sampai dimuka bumi, sebagian mengalir diatas permukaan bumi dan aliran bawah permukaan , mengisi kembali danau, sungai, dan laut srta diserap kembali oleh tumbuhan. Dengan demikian terjadilah siklus hidrologi.

  1. Lithosfer (Kulit Bumi/Kerak Bumi)

Kulit bumi (Litosfer) (lithos = batuan, sphaira – bulatan) adalah bagian bumi yang vital bagi kehidupan manusia, berupa benua, daratan, pulau-pulau tempat tinggal dan tempat melangsungkan kehidupan manusia.

Kulit bumi memiliki dua lapisan yaitu lapisan Sial (Si dan Al) dan lapisan Sima (Si dan Mg). Kulit bumi terdiri dari zat padat yang dinamakan batuan. Berdasarkan kejadiannya dibagi menjadi tiga yaitu batuan beku (satuan magma), contoh: batuan granit; batuan sedimen (endapan), contoh: batuan pasir; dan batuan metamorf (malihan), contoh: batu pualam (marmer).

Gaya endogen memberikan bentuk kulit bumi, sedangkan gaya eksogen merusak bentuk-bentuk permukaan bumi, seperti pelapukan dan erosi. Gaya endogen meliputi gerak eproiogenetik, gerak orogenetik, gempa bumi, dan vulkanisme.

Lapisan lithosfer terdiri dari kerak samudra (tebal kurang lebih 10 km) dan kerak benua (tebal 30-70 km). Di bawah litosfer ada astonosfer (berbentuk batuan setengah cair dengan suhu kurang lebih 1.200oC), kemudian di bawahnya ada lapisan mantel (tersusun daribatuan vulkanik, suhu kurang lebih 3.000oC).

 

POS-POS TERBARU

Anda mungkin juga suka...