Pendidikan

Gangguan pada Siklus Menstruasi

Gangguan pada Siklus Menstruasi

3.5.1        Premenstrual Tention

Premenstrual tention adalah keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid dan menghilang sesudah haid datang walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai haid berhenti.

  1. Faktor Penyebab:
  2. Kejiwaan yang labil (premature).
  3. Gangguan keseimbangan estrogen-progesteron.
  4. Gejala:
  5. Terdapat kelainan hubungan di lingkungan keluarga dan terlalu peka terhadap perubahan hormonal.
  6. Dapat terjadi:

1)      Retensi natrium dan air, payudara terasa bengkak dan sakit.

2)      Berat badan bertambah.

3)      Disertai edema tungkai.

  1. Pengobatan:
  2. Tanpa pengobatan hilang setelah menstruasi.
  3. Dapat diberikan obat penenang.
  4. Mengurangi gejala klinis:

1)      Diuretik ringan.

2)      Testosteron sebagai anti estrogen sebanyak 5 mg selama 7 hari.

3.5.2        Dismenorea

Dismenorea adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, sampai membuat wanita tersebut tidak dapat bekerja dan harus tidur. Nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah. Dismenorea dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Dismenorea primer

Timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, dan seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala tersebut tidak membahayakan kesehatan.

  1. Manifestasi klinis

1)        Usia lebih muda

2)        Timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur

3)        Sering pada nulipara

4)        Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spastik

5)        Nyeri timbul mendahului haid

6)        Nyeri meningkat pada hari pertama dan kedua saat haid

7)        Tidak dijumpai keadaan patologi pelvik

8)        Hanya terjadi pada siklus haid yang ovulatorik

9)        Sering memberikan respons terhadap pengobatan medikamentosa

10)    Pemeriksaan pelvik normal

11)    Sering disertai nausea, muntah, diare, kelelahan, dan nyeri kepala

  1. Dismenorea sekunder

Biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.

  1. Manifestasi klinis

1)        Usia lebih tua

2)        Cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur

3)        Tidak berhubungan dengan paritas

4)        Nyeri sering terasa terus-menerus dan tumpul

5)        Neri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah

6)        Berhubungan dengan kelainan pelvik

7)        Tidak berhubungan dengan adanya ovulasi

8)        Seringkali memerlikan tindakan operatif

9)        Terdapat kelainan pelvik

 

sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/05/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...