Umum

Dinamika Islam di Negara Malaysia Kontenporer

Dinamika Islam di Negara Malaysia Kontenporer

     Kuatnya nuansa dan etos Islam di Malaysia dapat ditunjukkan dengan melihat kenyataan bahwa dibandingkan dengan sejumlah negara yang puya jumlah penduduk Muslim dan non-muslim yang hampir seimbang, hanya Malaysia yang memberikan banyak tekanan pada simbol-simbol, lembaga dan pengamalan islam. Kenyataan ini dapat dilihat terutama sejak kebangkitan Islam di Malaysia yang berlangsung sejak tahun 1970-an dan mencapai puncaknya pada tahun 1980-an. Hal ini dapat dibuktikan mulai dari deklarasi pemerintahan untuk merevisi sistem hukum nasionalagar lebih selaras dengan Hukum Islam (1978). Deklarasi pemerintahan untuk menyusun kmbali moel dan sistem ekonomi Malaysia menjadi model Islam (1980) selanjutnya diikuti oleh penyediaan infrastruktur dan institusi-institusi Islam seperti Bank IslamAsuransi Islam, Pegadaian Islam, Yayasan Ekonomi Islam, pembentukan kelompok Smber Daya Islam seta kelompok Khusus Penegakaan Islam(1981-1982), Pembangunan Sekolah Guru Islam (1980), pengadaan tempat yang permanen untuk Kamp Training Islam Internasional (1982), kesponsoran pemerintah terhadap Rumah Sakit Pusat Islam (1983), Pendirian  Universitas Islam Internasional (1983), deklarasi resmi tentang ‘Islamisasi Tubuh Pemerinthan’ (1984) deklarasi bahwa ‘Hanya Islam yang mendapat jatah waktu siaran i Radio dan TV Malaysia’(1988).

     Dalam perkembangan terakhir, dukungan pemerintah terhadap Islam dapat dilihat dari pembangunan secara besar-besaran pusat Islam di Putrajaya, serta intensifikasi program-program dan kegiatan keislaman melalui lembaga itu.

     Mengapa nuansa islam kelihatan lebih kuat di Malaysia dibanding dengan Indonesia yang penduduknya 88% beragama islam? Hal ini disebabkan oleh faktor sejarah perkembangan Islam yang telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan politik melayu sejak masa kesultanan Malaka. Kendati demikian, kuatnya etos Islam di Malaysia hanya bisa dipahami secara berarti dan realistis jika dihubungkan dengan banyak faktor lain yang telah memperkuat pengaruh islam dalam berbagai fase sejarah malaysia.

Islam Sebagai Identitas Melayu

     Sejak periode paling awal Malaysia, islam telah mempeunyai ikatan yang erat dengan politik dan masyarakat Melayu. Islam bagi orang melayu, bukan hanya sebatas keyakinan, tetapi juga telah menjadi identitas mereka, dan menjadi dasar kebudayaan melayu. Pakaian tradisional melayu, misalnya telah disesuaikan dengan apa yang telah dianjurkan oleh islam. Berbaju kurung dan rok panjang bagi wanita yang disertai dengan tutup kepala yang bermaksud untuk menutup aurat. Pakaian laki-laki juga di sesuaikan dengan tuntunan ajaran Islam. Disepanjang sejarah, hubungan yang sangat erat antara islam dengan kebudayaan dan identitas melayu ini merupakan sesuatu yang diterima secara umum. Identitas melayu islam diantaranya bisa dilekatkan pada hakikat kepemimpinan politik melayu tradisional (kesultanan) yang dipimpin oleh sultan.

      Dalam bidang politik pemerintah, juga terdapat konsepsi dan pemikiran politik yang dipengaruhi oleh olehber sah lainnya. Sebagai  ajaran islam. Sehingga tradisi politik Melayu yang berbasis Hindu-Budha sebelum kedatanga islam telah digantikan dengan ide-ide yang diilham oleh Quran dan sumber-sumber lainnya. Sebagai contoh, bila sebelum kedatangan Islam, terkenal slogan ‘Pantang Melayu Menderka’ karena ketaatan orang melayu yang membuat para-para penguasa mereka sebagai akibat dari pandangan mitologis terhadap raja, begitu mereka menerima islam , mereka membrikan persyaratan  tertentu bagi loyalitas mereka terhadap penguasa. Sehingga slogan melayu yang telah dikenal luas itu diubah menjadi pepatah ‘Raja adil raja disembah, raja zalim raja disanggah’ ini berart bahwa  kekuasaan Melayu bukan tana batas, telah didefenisikan secara secara luas dalam ayat al-quran membaa pesan “tidak ada ketundukan kepada makhluk jika hal itu menyebabkan keingkaran kepada khalik”

Sumber: https://multiply.co.id/

Anda mungkin juga suka...