Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah 
Peternakan

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah 

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah

Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah

 

Ternak Cacing . Cacing merupakan salah satu hewan yang memliki berbagai macam manfaat. Dalam dunia pertanian kita mengenal cacing sebagai salah satu bagian terpenting daam proses penyuburan tanah . Selain itu cacing juga bermanaat sebagai pakan hewan ternak lainya . Sehingga dalam dunia bsnis, peluang cacing ternak sangatlah bak kedepannya . Untuk itu bagia anda yang tertarik terjun ke budidaya ini berikut panduan dari kami mengenai Cara Mudah Ternak dan Budidaya Cacing Tanah .

Tentang Cacing Tanah

Bagi sebagian orang cacing tanah adalah hewan yang menjijikkan, bagi sebagian yang lain mungkin merupakan sumber penghasilan . Cacing tanah yang sering diternakkan ada 3 jenis yaitu :

1. Berwarna merah keunguan (Pheretina)
2. Berwarna merah kecoklatan (Perionyx)
3. Berbentuk pipih (Lumbricus)

Cacing tanah adalah hewan berkelamin ganda (hermaprodit), tetapi untuk perkembangbiakannya tidak dapat dilakukan sendiri, diperlukan 2 individu. Cacing tanah sangat mudah diternakkan, yang terpenting adalah media tempat hidupnya memenuhi beberapa syarat antara lain :

1. Media banyak mengandung bahan organik seperti sisa tanaman dan sampah dapur.
2. pH media 6 – 7.
3. Kelembaban media 15 – 20%.
4. Suhu media 15 – 25 derajat Celcius.

Manfaat Cacing Tanah

1. Sebagai pengurai bahan organik atau sampah dalam tanah.
2. Menambah daya serap tanah terhadap air.
3. Memperbaiki struktur tanah.
4. Sebagai pakan ternak dan ikan.
5. Sebagai bahan baku obat dan kosmetik.
6. Bahan makanan bagi yang tidak jijik.

Penyiapan Sarana & Peralatan

Kandang :

Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yg murah & mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk & genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yg berukuran 1,5 x 18 m dgn tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dpt pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya/ beternak, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar..

Pembibitan Cacing Tanah

Persiapan yg diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing & kandang pelindung.

Pemilihan Bibit Calon Induk :
Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yg sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yg besar. Namun bila akan dimulai dr skala kecil dpt pula dipakai bibit cacing tanah dr alam, yaitu dr tumpukan sampah yg membusuk atau dr tempat pembuangan kotoran hewan.

Pemeliharaan Bibit Calon Induk
Pemeliharaan dpt dibagi menjadi beberapa cara: pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yg digunakan. Cacing tanah dpt dipilih yg muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m & lebar kurang lebih 1 m, dpt ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa. pemeliharaan dimulai dgn jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain. pemeliharaan kombinasi cara a & b.pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.

Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit

Sistem Pemuliabiakan :

Apabila media pemeliharaan telah siap & bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dpt segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yg ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yg lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yg berkeliaran di atas media atau ada yg meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yg meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah & media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dgn yg baru. Perbaikan dpt dilakukan dgn cara disiram dgn air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

Reproduksi, Perkawinan Cacing Tanah

Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan & betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dpt dilakukannya sendiri. dr perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yg berisi telur-telur. Kokon berbentuk lonjong & berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yg lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dpt menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yg ditandai dgn adanya gelang (klitelum) pd tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

Sumber: https://www.tanam.co.id/

Anda mungkin juga suka...