Agama

Biografi Imam Syafi’i 

Biografi Imam Syafi’i

 

Biografi Imam Syafi’i

Biografi Syafi’i

• Abdullah bin Muhammad bin Idris
• Lahir di Ghaza, Syiria (Palestina)
• Keturunan Quraisy, bertemu dengan nasab Rasulullah pada Abd Manaf
• Usia 2 tahun dibawa ibunya [pindah ke Makkah, setelah ayahnya meninggal

Keilmuan Syafi’i

— Pandai bahasa Arab, dan terkenal memiliki kemampuan bicara yang indah dan sastra.
— Belajar bahasa Arab ke pedalaman (badawah), salah satunya masyarakat Huzail yang dikenal fasih berbahasa Arab (selama 10 tahun).
— Pernah belajar Bahasa Arab hingga ke Najran, Yaman. Bersama 9 orang temannya pernah dituduh menentang pemeritahan Abbasiyah (Harun Ar-Rasyid).
— Usia 7 tahun hafal Al-Qur’an dan hadist-hadist Nabi.

Belajar Fiqh

— Guru pertama Syekh Muslim bin Khalid Al-Zinji.
— Usia 15 tahun sudah dipercaya Al-Zinji untuk memberi fatwa, artinya ia telah menguasai sebagian besar ilmu fiqh.
— Syafi’i memutuskan belajar lagi dari pada puas dengan capaiannya. “Setiap kali ilmuku bertambah, bertambah pula kebodohanku”.
— Mengenal kitab Muwattha’ dan ingin bertemu dengan Imam Malik. Menghafal Al-Muwattha’ dalam waktu 9 hari.
— Imam Malik mengagumi kecerdasan Syafi’i, termasuk keindahan bahasanya.
— Selain belajar dari Imam Malik, juga belajar hadis dari Sufyan bin ‘Uyainah, Fudhail bin Iyadh, dan pamannya, Muhammad bin Syafi’

Guru Syafi’i

• Makkah: Muslim bin Khalid al-Zinji; Sufyan bin’Uyainah; Sa’id bin Salim; Daud bin Abdurrahman al-Atthar; Abdul Hamid bin Abdul Aziz
• Madinah: Malik bin Anas; Ibrahim bin Sa’ad Al-Anshari’ Abdul Aziz bin Muhammad al-Daruridi, Ibrahim bin Abi Yahya al-Asami (Mu’tazilah); Muhammmad bin Abi Sa’id; Abdullah bin Nafi’; Syihab bin Abi Dzuaib
• Yaman: Matraf bin Mazim; Hisyam bin Yusuf; Umar bin Abi Salamah (madzhab Auzai/reformis) Yahya bin Hasan (madzhab Laits bin Sa’ad/reformis).
• Iraq: Abu Usamah Hamad bin Usamah al-Kufayan; Ismail bin Ilyah; Abdul Wahab bin Abdul Majid; dan Muhammad bin Hasan (murid Abu Hanifah).

Baca Juga: Sholat rawatib

Pemikiran Syafi’i

Pluralistik Pemikiran: Tradisionalis, Tekstualis, Rasionalis dan Reformis

Qaul Qadim-Qaul Jadid
— Qaul qadim (madzhab lama), dibangun di Iraq tahun 195 H,masa pemerintahan Al-Amin.
— Syafi’i berdebat dengan ahli ra’y Iraq, kemudian menulis buku “Al-Hujjah”.
— Meskipun menetap di Iraq hanya dua tahun, pemikiran Syafi’i banyak mempengaruhi Ahmad bin Hambal, Abu Tsaur, al-Za’farani, dan al-Karabisi.
— Kembali ke Hijaz dan menetap untuk beberapa bulan, kemudian balik ke Iraq tahun 198 H sebelum akhirnya menetap di Mesir.
— Qaul Jadid (madzhab baru), pendapat Syafi’i selama ada di Mesir, serta sebagai koreksi atas pendapat sebelumnya.
— Qaul jadid merupakan refleksi pemikiran Syafi’i karena dipengaruhi kondisi sosial yang berbeda dari Iraq dan Hijaz.
— Qaul jadid selama ada di Mesir dihimpun dalam karya agungnya, Al-Umm.f

Metode Penetapan Hukum Syafi’i

· Al-Qur’an
· Hadist
· Ijma
Istinbath: Qiyas, Istihsan, Istishab

Syafi’i tentang Istinbath Hukum

— Al-Qur’an menerangkan suatu hukum dengan nash yang jelas.
— Sunnah akan merinci nash-nash yang bersifat global.
— Rasul menentukan hukum yang tidak ditentukan dalam Al-Qur’an, kewajiban manusia untuk mengikuti.
— Manusia wajib berijtihad.

Anda mungkin juga suka...