Asas-Asas Dalam Bimbingan Dan Konseling Islam
Pendidikan

Asas-Asas Dalam Bimbingan Dan Konseling Islam

Asas-Asas Dalam Bimbingan Dan Konseling Islam

Asas-Asas Dalam Bimbingan Dan Konseling Islam

Jika dianalisis melalui pendekatan islam (Al-Qur’an dan Hadist) asas-asas bimbingan dan konseling islami difokuskan kepada aspek yaitu:

  1. Asas amal shaleh

Sebagaimana diketahui bahwa tujuan hidup manusia di dunia bukanlah sekedar mencari nafkah untuk keperluan hidup seketika di dunia yang fana ini, tetapi lebih jauh dan itu, manusia haruslah mempersiapkan diri untuk kehidupan sesudah mati yaitu kehidupan akhirat dan dunia.

Sehubungan dengan itu kebahagian hidup di dunia dan akhirat akan tercapai manakala  manusia mempersiapkan diri dengan melaksanakan amal shaleh dan akhlaq mulia, karena hanya dengan beriman dan beramal shaleha manusia akan mempertahankan fitrah seperti halnya pada aswal kejadiannya.

Untuk itu bimbingan dan konseling Islami membantu individu atau kelompok yang bermasalah termasuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang melalaikan kewajibannya kepada Allah Swt, agar masing-masing individu melakukan amal saleh dan akhlak mulia seperti halnya dalam surah An-Nisa ayat 9:

|·÷‚u‹ø9ur šúïÏ%©!$# öqs9 (#qä.ts? ô`ÏBóOÎgÏÿù=yz Zp­ƒÍh‘茠$¸ÿ»yèÅÊ (#qèù%s{öNÎgøŠn=tæ (#qà)­Gu‹ù=sù ©!$# (#qä9qà)u‹ø9urZwöqs% #´‰ƒÏ‰y™ ÇÒÈ

Artinya: “dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”.

Sehubungan dengan ayat diatas Ibnu Katsir menjelaskan Setiap konselor sebaiknya dapat bahwa dalam layanan yang diberikan kepada klien haruslah tertanam dalam hati sanubarinya bahwa profesi yang di tekuninya bukanlah semata-mata untuk mencari uang atau materi dan bukan pula sekedar mengejar popularitas, tetapi jauh di balik itu terdapat tugas yang mulia yaitu tugas memberi bantuan, bimbingan dan layanan kepada orang yang membutuhkan, karena tugas bagian dari kewajiban orang yang beragama, jadi tugas atau profesi sebagai konselor adalah termasuk yang mulia dan tentunya bagian dari amal saleh.

  1. Asas sosial

Dalam layanan bimbingan dan konseling islami konselor sebaiknya dapat memahami dan menyadari bahwa tugasnya membantu orang lain yang bermasalah merupakan tugas yang mulia. Tugas sebagai individu untuk saling membantu sesama manusia dan memperhatikan apa yang berlaku disekitarnya.

Disebabkan tugas ini berkaitan dengan tugas sosial, seorang konselor harus menerima klien tanpa melihat latar belakang, status ekonomi, dan agama klien. Bagaimana pun di sadari atau tidak ternyata manusia tidak bisa hidup dengan baik dan sempurna tanpa berdampingan dengan orang lain manusia selalu di perlukan dan memerlukan kehadiran orang lain. dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling konselor sebaiknya dapat memberikan bantuan kepada klien dengan sebaik-baiknya, jika klien atau seseorang minta bantuan kepada konselor.

  1. Asas kasih sayang

Dalam proses konseling lebih khusus lagi layanan bimbingan konseling konselor harus menumbuhkan rasa kasih sayang dan kesungguhan untuk membantu klien. Kasih sayang tulus dapat mengalahkan dan menundukkan pemikiran klien yang salah dan perilaku yang menyimpah selama ini, karena boleh jadi maslah itu timbul pada seseorang karena ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya.

Memberikan kasih sayang dan perhatian kepada sesama manusia sngat dianjurkan oleh agama islam, hal ini dapat dilihat dalam sabda rasulullah :

sayangilah siapa yang ada dibumi maka penghuni langit akan menyayangimu”. (H.R Thubrany dan Hakim dengan sanad yang shahih). Pada hadist yang lain rasulullah menjelaskan

“ belumlah seseorang itu dikatakan beriman sebelum ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. ( H.R Muttafaqul Alaih)

Berdasarkan penjelas hadis dapat di simpulkan bahwa sesama manusia khususnya sesama umat islam perlu saling mencintai dan berkasih sayang dalam pengertian yang positif, dan sebaiknya sikap ini dimiliki oleh setiap konselor demi berhasil dan suksesnya tugas yang sedang di embannya yaitu sebagai penolong (helper) pemberi layanan(giving advice), dan sebagai pembimbing (counselor).

  1. Asas saling menghargai dan menghormati

Sehubungan dengan ini itu, dalam layanan bimbingan dan konseling islam sebenarnya antara pembimbing dengan yang di bimbing tidak jauh berbeda bahkan bisa dikatakan sama, perbedaannya hanya terletak pada fungsinya. seorang konselor tidak boleh merasa dirinya mempunyai kelebihan dari klien karena jika hal ini terjadi di khawatirkan konselor ingin memaksakan kehendak pada kliennya, padahal cara seperti ini bertentangan dengan prinsip bimbingan dan konseling.

Hubungan yang terjalin antara pembimbing dengan klien merupakan hubungan harmonis, saling menghargai dan menghormati termasuk didalamnya menjaga rahasia seorang klien.


Sumber: https://rajasatour.id/altered-beast-classic-apk/

Anda mungkin juga suka...