BBKP Surabaya Musnahkan 227 Sachet Benih Beresiko Tinggi

BBKP Surabaya Musnahkan 227 Sachet Benih Beresiko Tinggi

BBKP Surabaya Musnahkan 227 Sachet Benih Beresiko Tinggi

BBKP Surabaya Musnahkan 227 Sachet Benih Beresiko Tinggi
BBKP Surabaya Musnahkan 227 Sachet Benih Beresiko Tinggi

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya Wilayah Kerja Tanjungwangi

– Banyuwangi memusnahkan ratusan paket benih tanpa dokumen dari berbagai negara. Tercatat ada 10 negara asal benih tersebut yang diduga membawa media dengan resiko tinggi.

“Mayoritas komoditas pertanian tanpa dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan dikirim melalui media online,” kata Musyaffak Fauzi Kepala Karantina Pertanlan Surabaya, Rabu (27/11/2019).

Salah satunya adalah Kantor Pos Besar Jember, selama periode Januari – Oktober 2019 terdapat 227 Sachet benih setara 17.27 Kilogram tanpa dilengkapi dokumen. Sebagian besar benih tersebut merupakan benih tanaman hias.

“10 negara dimaksud Malaysia, Singapura, Laos, Hongkong, China, USA,

Vietnam, Thailand, Philipina, dan Taiwan. Seharusnya benih benih tersebut dilengkapi dengan sertifikat kesehatan/Phytosanitary certificate dari negara asal dan Surat ljin Pemasukan (SIP) dari Kementerian Pertanian,” katanya.

Pemasukan benih tersebut telah melanggar Pasal S UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yang menyatakan bahwa setiap media pembawa atau komoditas pertanian yang dilalulintaskan dalam wilayah lndonesia wajib melengkapi beberapa persyaratan.
Di antaranya, dilengkapi sertifikat kesehatan, melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditentukan serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina setempat untuk dilakukan tindakan karantina.

“Karena, benih merupakan golongan media pembawa risiko tinggi. Karantina Pertanian Surabaya sangat berhati-hati dalam melakukan pengawasan lalu lintas benih terutama benih impor/dari luar negeri,” ungkapnya

Oleh karena itu, untuk menjaga kewibawaan pemerintah, memberikan efek jera kepada pelaku

, dan untuk melindungi kekayaan hayati Indonesia khususnya Jawa Timur dilakukan tindakan pemusnahan pada 27 November 2019 di Karantina Pertanian Surabaya wilker Tanjuwangi – Banyuwangi. Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar benih-benih tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah bekerja sama yaitu bea cukai dan Kantor Pos Besar Jember sehingga pemasukan benih tanpa dokumen tersebut dapat digagalkan. Sebagaimana diketahui bahwa informasi awal berasal dari hasil Xray Bea Cukai yang disampaikan ke pihak kantor pos dan diteruskan ke petugas karantina. Saya berharap harmon isasi yang telah terjalin dengan baik ini dapat ditingkat kan lagi,” imbuh Musyaffak Fauzi

 

Sumber :

https://canvas.yc.edu/eportfolios/410/Home/ECommerce_Definition_Benefits_and_Benefits