Ngaji Optimalisasi Masjid Momentum Tepat Bagi Masyarakat

Ngaji Optimalisasi Masjid Momentum Tepat Bagi Masyarakat

Ngaji Optimalisasi Masjid Momentum Tepat Bagi Masyarakat

Ngaji Optimalisasi Masjid Momentum Tepat Bagi Masyarakat
Ngaji Optimalisasi Masjid Momentum Tepat Bagi Masyarakat

Ngaji Optimalisasi Masjid dalam program Pekan Ngaji 4 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata,

menarik perhatian dari Majelis Pertimbangan Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (MPD-BKPRMI) Pamekasan

Ngaji yang mengusung tema ‘Optimalisasi Masjid dan Edukasi Masyarakat’ bakal diisi oleh Direktur Utama Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Endro Siswantoro dijadwalkan digelar Jum’at (18/1/2018) mendatang.

Gagasan ngaji tersebut dilandasi realita minimnya pemanfaatan masjid yang hanya dijadikan

sebagai sarana ibadah semata. Padahal selain sarana ibadah, masjid juga seyogyanya dijadikan sebagai sarana dakwah, menggali ilmu hingga musyawarah. Namun realitanya justru melenceng dari praktik yang tujuan dasar keberadaan masjid.

“Term ini sangat menarik untuk selalu diangkat ke permukaan, agar pengelola baik ta’mir ataupun remas (remaja masjid) memahami sekaligus sadar bahwa masjid bukan hanya sekedar sarana melaksanakan ibadah mahdlah saja,” kata anggota MPD-BKPRMI Pamekasan, Achmad Muhlis kepada beritajatim.com, Jum’at (4/1/2019) malam.

Bahkan ibadah ghairu mahdlah juga bisa bisa dan bahkan layak dilaksanakan di masjid demi

mengoptimalkan masjid sekaligus mengedukasi masyarakat khususnya di sekitar masjid. “Misalnya pemberdayaan ekonomi masyarakat juga bisa dimulai dari masjid ke masjid,” ungkapnya.

“Bahkan pintu masuk peradaban Islam juga banyak dimulai dari masjid, termasuk pendewasaan bidang sosial politik juga seyogyanya dimulai dari masjid. Hal itu juga dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW ketika hijrah dari Makkah ke Madinah,” jelas pria yang juga berstatus Dosen di IAIN Madura.

Dari itu, program Ngaji Optimalisasi Masjid semestinya juga harus dijadikan sebagai momentum oleh masyarakat secara umum khususnya para ta’mir maupun remas untuk berpartisipasi dalam kegiatan bertaraf internasional yang mengusung grand tema ‘Menuju Generasi Shalih dan Muslih’.

“Sehingga dengan program tersebut, nantinya masyarakat khususnya para ta’mir dan remas harus memposisikan diri sebagai muwahhid (pemersatu), mujahid (pejuang), musaddid (pelurus), muaddid (pendidik) atau bahkan mujaddid (pembaharu),” pungkasnya

 

Sumber :

https://situsiphone.com/