Obyek dan Metode Filsafat

Obyek dan Metode Filsafat

Obyek dan Metode Filsafat

Obyek dan Metode Filsafat

1. Obyek filsafat

Obyek Material, menyidik segala sesuatu yang ada dan mungkin ada, baik material maupun non material. Termasuk kasus nilai dan sebagainya. Seperti kasus dunia metafisika : Tuhan, alam malaikat, nirwana dan neraka. Juga tak ketinggalan yaitu kasus nilai-nilai yang ada pada alam dan manusia.
Obyek formal, menyidik segala sesuatu yang dengan sedalam-dalamnya guna mengetahui yang sesungguhnya atau secara esensial.

2. Metode Filsafat

Metode contemplative atau perenungan yang fokus, yaitu memikirkan segala sesuatu tanpa seharusnya ada kontak lansung dengan obyeknya. Adapun obyek comtemplative itu sanggup berupa apa saja. Seperti halnya : makna kematian, hidup, kebenaran, keadilan dan sebagainya.
Deduktif, yaitu metode berfikir yang dimulai dari suatu realitas yang bersifat umum guna memperoleh kesimpulan yang lebih khusus.

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

Induktif, yaitu metode berfikir yang dimulai dari realitas yang bersifat khusus kemudian menganalisa cermat menurut pengamatan untuk mengambil kesimpulan yang bersifat umum.
melaluiataubersamaini memakai metode berfikir menyerupai diatas, maka seorang filosofi sanggup berfikir secara sistematis dinamis, yaitu sanggup berfikir dari tingkat indra hingga dengan tingkat religius. Selain metode tersebut diatas, beberapa metode yang digunakan oleh para filosof antara lain :
Metode kritis, yaitu metode yang digunakan Socrates dan Plato dengan memakai sistem yang bersifat analisa dan pendapat yang mengambarkan dan menunjukkan perperihalan dengan jalan bertanya (berdialektika)
Metode intuitif, yaitu metode yang digunakan Plotinus dan Bergson, dengan jalan intropeksi intuitif yaitu dengan cara memmembersihkankan intelektual dengan memakai simbol-simbol sekaligus pensucian moral.
Metode Skolastik yaitu metode yang sering digunakan oleh Aristoteles dan Thomas Aqiunus yang sifatnya deduktif, yaitu bertitik dengan prinsip-prinsip dan defenisi-defenisi.
Metode Matematis yaitu metode yang digunakan Rene Descrates dengan jalan menganalisa melalui hal-hal yang kompleks, kemudian mencapai intuisi akan hakikat yang sederhana dan kemudian diadakan reduksi-reduksi secara matematis.
Metode Empiris yaitu yang ditokohi oleh Thomas Hobbes, John Locke Berkeley serta David Hume, yang menpenghasilankan pengertian yang benar itu menurut pengalaman
Metode Transendental, metode ini sering digunakan Immgual Kant neo-Skolastik yang bertitik tolak pada pengertian tersebut dengan jalan analisa yang diselidiki secara apriori.
Metode Dialektis, metode ini digunakan oleh filosof besar menyerupai Hegel, Karl Max, yang caranya mengikuti dinamika berfikir secara dinamis menyerupai mengadakan : Tesa-sintesa untuk mencapai hakekat.

Kegunaan Mempelajari Filsafat

Secara garis besar kegunaan mempelajari filsafat terdiri dari dua, yaitu kegunaan teoritis dan praktis.
Pertama, kegunaan teoritis yaitu sanggup membimbing insan untuk berfikir secara sistimatis serta rasional sehingga sanggup memperoleh ksimpulan yang benar.
kedua, kegunaan secara mudah bahwa orang berfilsafat sanggup dibuktikan dalam kehidupan kesehariannya menyerupai dalam penerapan pada pengetahuan wacana logika, etika, estetika, dan lain-lain