Ribuan Lulusan SMP di Pamekasan Enggan Lanjut ke SMA Negeri

Ribuan Lulusan SMP di Pamekasan Enggan Lanjut ke SMA Negeri

Ribuan Lulusan SMP di Pamekasan Enggan Lanjut ke SMA Negeri

Ribuan Lulusan SMP di Pamekasan Enggan Lanjut ke SMA Negeri
Ribuan Lulusan SMP di Pamekasan Enggan Lanjut ke SMA Negeri

Ribuan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Pamekasan,

terkesan enggan melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang tersebar di sejumlah wilayah di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Hal tersebut dibuktikan dengan 16 SMA Negeri di Pamekasan, tercatat hanya satu sekolah yang dipastikan memenuhi kuota atau pagu siswa baru, yakni SMA Negeri 2 Pamekasan. Sementara lembaga pendidikan lainnya, justru dikatagorikan kekurangan siswa baru.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, kondisi tersebut terjadi akibat regulasi

adanya sistem zonasi yang mulai diterapkan pada tahun ajaran baru. “Ada banyak kemungkinan, termasuk adanya zonasi pada proses PPDB,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wilayah Pamekasan, Slamet Goetiantoko, Sabtu (29/6/2019).

Padahal dalam proses penerimaan siswa baru tahun ini, seluruh SMA/SMK Negeri di Pamekasan hanya menyediakan sebanyak 5 ribu kursi untuk siswa baru. Kondisi tersebut justru tidak sebanding dengan lulusan SMP Negeri yang mencapai sekitar 14 ribuan.

“Namun yang pasti, kekurangan pagu ini tidak hanya terjadi di kabupaten Pamekasan

. Di beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Timur, juga mengalami hal serupa, yakni kekurangan pagu,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan.

 

Baca Juga :