Bising

Bising

Table of Contents

Bising

Bising
Bising

Bising…

Satu hal yang baru saya rasakan sangat berharga selepas meninggalkan Skotlandia adalah ketenangan…

Di skotlandia, (misalnya kota Aberdeen, Edinburgh, Glasgow, Inverness, Stonehaven) saya bisa dengan mudah mendapatkan ketenangan. Nyaris tidak ada suara bising.

Orang ngobrol hanya di tempat makan, pub, atau tempat-tempat berkumpul. Hampir jarang ditemui orang ngobrol di pinggir jalan, di bus, kereta, atau di stasiun. Nah, stasiun ini yang paling ajaib. Sangat tenang. Hampir tidak terdengar suara orang ngobrol di stasiun…

Suara pengumuman di tempat umum (misalnya stasiun, mall, atau supermarket) juga hanya pengumuman-pengumuman penting saja. Misalnya manajer diperlukan untuk membantu di kasir. Tidak di setiap counter di mall menyalakan musik, musik yang ada juga hanya musik pop atau lagu-lagu bernada tenang. Volumenya juga secukupnya. Pengumuman yang sifatnya rutin dan umum, misalnya untuk jadwal keberangkatan kereta atau kereta ke mana di platform mana, bisa dilihat di papan pengumuman di stasiun atau di leaflet mengenai jadwal kereta. Tidak semuanya dibacakan.

Ketika memasuki wilayah Inggris, keramaian mulai terasa. Apalagi di kota besar London. Banyak sekali ras di kota ini. Banyak orang dan banyak orang ngobrol di sembarang tempat. Ramai…

Sampai di Indonesia, saya merasakan suatu hal lebih dari ramai. Kebisingan… Saya sampai kebingungan ketika ngobrol dengan Istri karena sangat banyak suara di sini… Dulu memang hal seperti ini tidak pernah terasa dan saya tidak pernah ada masalah dengan kebisingan. Namun, setahun hidup di daratan Skotlandia, otak saya tersusun ulang dan saya mendapat informasi baru. Mungkin ini salah satu bagian dari belajar…

Setelah beberapa hari bingung dengan kebisingan ini, saya berhasil memetakan perbedaan keramaian di London dan kebisingan di Indonesia, dan apa itu ketenangan di Skotlandia.

Keramaian London disebabkan oleh banyaknya orang dan banyak orang yang ngobrol. Sisanya, tidak banyak suara-suara tambahan lain. Sama seperti di Skotlandia, pengumuman hanya bersifat penting dan lagu kebanyakan sifatnya menenangkan (kecuali toko-toko milik individu, misalnya toko oleh-oleh milik orang India).

Kendaraan bermotor kebanyakan tidak bersuara bising. Hanya segelintir saja kendaraan bersuara bising. Orang juga jarang membunyikan klakson di jalan.

Di Indonesia, minimarket sangat berisik. Diskon dan promosi harga barang dijelaskan satu per satu melalui rekaman, kemudian berganti dengan suara musik, setelah itu beralih lagi ke promosi-promosi. Volume suara di mini market tersebut kebanyakan keras, seakan-akan orang Indonesia itu pendengarannya kurang dan harus sering diberitahu.

Saya ingat, supermarket di Skotlandia, harga yang tertera di rak biasanya memberi informasi tambahan mengenai harga per kg atau per gram. Jadi kita bisa membandingkan secara relatif mana barang yang lebih murah dengan melihat harga per gram. Informasi harga yang disajikan di rak biasanya sudah lebih dari cukup. Sebetulnya, informasi di rak-rak di Indonesia juga sudah cukup, jadi rekaman berisi promosi, diskon harga, harga pee barang, menurut saya terlalu berisik. Ini juga menimbulkan pertanyaan bagi saya, apa ada pelanggan yang benar-benar mendengarkan informasi tersebut?

Selanjutnya, jalanan sangat ramai karena kendaraan bermotor banyak yang bersuara. Knalpot banyak yang berbunyi berat, mesin digeber, orang-orang juga cukup sering menggunakan klakson. Banyak orang pakai peluit “prat-prit-prat-prit”, dan teriak-teriak ketika memberi aba-aba.

Di mall, sangat luar biasa bisingnya. Setiap counter mempunyai musik sendiri-sendiri, mall juga memiliki musik sendiri, dan jika kebetulan ada event, event tersebut juga punya musik sendiri. Kadang, counter-counter menyalakan musik dengan volume yang keras. Mungkin agar suara musiknya tidak disaingi oleh counter lainnya. Yang luar biasa lagi, sajian musiknya bermacam-macam. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan musik keras atau yang nge-beat ‘jedag jedug’. Pengumuman juga tidak seragam, terlalu banyak informasi yang disajikan. Karena sudah banyak suara, orang ngobrol juga dengan suara keras. Ngobrolnya tidak hanya di tempat duduk atau tempat makan.

Baca Juga m