Kemsos Bekali Kemampuan Khusus Pendamping Disabilitas

Kemsos Bekali Kemampuan Khusus Pendamping Disabilitas

Kemsos Bekali Kemampuan Khusus Pendamping Disabilitas

Kemsos Bekali Kemampuan Khusus Pendamping Disabilitas
Kemsos Bekali Kemampuan Khusus Pendamping Disabilitas

Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kartasasmita ,menekankan, pendamping disabilitas

harus memiliki kemampuan lebih saat memberi pendampingan dan layanan sosial terhadap penyandang disabilitas.

Saat ini, Kementerian Sosial (Kemsos) mencatat, sudah ada hampir 800 orang pendamping disabilitas. Namun jumlah itu pun tetap harus ditingkatkan karena pendamping disabilitas perlu kepiawaian khusus.

“Teman-teman pendamping ini punya tugas unik dibanding yang lain. Oleh karena itu

kegiatan bimbingan teknis ini jadi sangat penting,” katanya di sela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping Disabilitas di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Dalam kesempatan itu, bimtek diikuti hampir 312 pendamping disabilitas dari berbagai daerah. Mensos menjelaskan, bimtek penyandang disabilitas ini menjadi modal untuk terjun ke lapangan.

“Tugas teman-teman tugas mulia dan penting karena yang dilayani saudara disabilitas. Butuh suatu kesabaran untuk melayani mereka. Sensitivitas mereka jauh lebih tinggi. Membutuhkan suatu teknik kesabaran dalam memberikan pelayanan,” papar Mensos.

Indonesia di tahun 2011 telah meratifikasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

mengenai hak-hak penyandang disabilitas. Sepanjang perjalanan itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi dan melindungi hak-hak penyandang disabilitas yang jumlahnya mencapai 30,3 juta di Indonesia.

Upaya ini diarahkan agar sebagai warga negara, penyandang disabilitas tidak merasa dianaktirikan, karena masih banyaknya fasilitas dan akses pelayanan publik yang belum ramah disabilitas.

Sesuai amanat Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, lanjut Mensos, menjadi upaya bersama memastikan bahwa hak-hak penyandang disabilitas yang dijamin dalam undang-undang tersebut dapat dipenuhi dengan baik.

“Ke depannya saya sangat berharap agar jumlah pendamping disabilitas ini dapat terus ditingkatkan, dan tentunya dengan tetap menjunjung tinggi fit and proper test, profesionalisme dan pengembangan kompetensi,” tandas Mensos.

Dari sekitar 30,3 juta penyandang disabilitas, yang tergolong kurang mampu mencapai 9 juta jiwa. Dengan anggaran yang tersedia, program rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas yang tergolong penyandang masalah kesejahteraan sosial baru mencapai lebih dari 28.000 jiwa di tahun 2018.

 

Sumber :

https://blog.uad.ac.id/lestari1300012156/sejarah-arti-nama-indonesia/