Cegah LGBT dengan Pendidikan Agama

Cegah LGBT dengan Pendidikan Agama

Cegah LGBT dengan Pendidikan Agama

Cegah LGBT dengan Pendidikan Agama
Cegah LGBT dengan Pendidikan Agama

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sudah mengantisipasi adanya penyimpangan seksual LGBT

dengan memperkuat pendidikan berbasis agama. LGBT sendiri merupakan prilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma agama dan social kemasyarakatan. Terlepas dari undang undang dan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak LGBT dimasukan ke tindak pidana.

Mau ada sanksi atau tidak di dunia ini, diakhirat itu pasti ada sanksinya,”

papar Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Sabtu (6/1).

Program pendidikan agama yang dilaksanakan secara komprehensif di sekolah sekolah salah satunya program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) merupakan cara Pemerintah membentengi generasi muda dari LGBT dan prilaku seks lainnya.

“Kita terus upaya membentengi generasi muda dari bahaya bahaya yang mengintai seperti narkoba,

LGBT dan prilaku menyimpang lainnya, papar Uu.

Pendidikan agama yang tertanam kuat di generasi muda diyakini mampu menghindarkan penerus bangsa dari berbagai macam prilaku yang menyimpang dari norma agama dan budaya dan social kemasyarakat.

“Tapi peran lingkungan juga harus diperkuat, dilingkungan galakkan program keagamaan seperti Magrib mengaji, atau diskusi di Ikatan mesjid agar genrasi kita terbentengi dengan baik,” pungkas Uu.

 

Sumber :

https://www.kitabisa.com/orang-baik/2763065