Kisruh Orang Tua dengan Kepsek Rampung, Vincero Akhirnya Bisa Sekolah

Kisruh Orang Tua dengan Kepsek Rampung, Vincero Akhirnya Bisa Sekolah

Kisruh Orang Tua dengan Kepsek Rampung, Vincero Akhirnya Bisa Sekolah

Kisruh Orang Tua dengan Kepsek Rampung, Vincero Akhirnya Bisa Sekolah
Kisruh Orang Tua dengan Kepsek Rampung, Vincero Akhirnya Bisa Sekolah

Vincero akhirnya bisa bersekolah lagi. Namun bukan di SD 016 Sungai Pinang,

melainkan di SD 004 Sungai Pinang. Tak jauh dari sekolah sebelumnya. Langkah ini dipilih agar Vincero nyaman belajar. Tidak ada beban akibat kisruh orang tua dan Kepala SD 016 Thoyyibah.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Wahiduddin, kemarin (19/7). Wahid mengatakan, Disdik sudah melakukan peninjauan langsung ke sekolah.

“Versinya ini banyak sekali. Dari kepsek berbeda, dari orang tua, dan masyarakat banyak beda. Maka dari itu, Disdik mengambil langkah untuk kepentingan Vincero. Jadi, dia bisa belajar dengan nyaman. Hari ini dia sudah bisa masuk,” terang Wahid kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group), kemarin (19/7).
Kisruh Orang Tua dengan Kepsek Rampung, Vincero Akhirnya Bisa Sekolah
Suasana SD 016 Sungai Pinang, Samarinda. (Fatzerin/Kaltim Post/JawaPos.com)

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang kabarnya sempat meminta Dinas Pendidikan (Disdik) agar Kepala SD 016 Sungai Pinang Thoyyibah dinon-aktifkan. Terkait hal ini, Wahid menyebut, Disdik belum mengambil langkah lebih lanjut. Kemampuan penyelidikan Disdik diakui terbatas.

Maka dari itu, terkait Thoyyibah, Disdik menyerahkan seluruhnya kepada Inspektorat Daerah (Itda

) Samarinda. Menurutnya, mengambil keputusan penyelidikan itu tidak mudah. Apalagi, untuk kasus yang masih banyak versi. Maka dari itu, Itda yang berperan dalam penyelesaian kasus ini.

“Apakah benar-benar diketahui melakukan pelanggaran atau tidak. Kalau sampai asal sanksi, ‘kan kasihan orang. Jadi, harus tunggu hasil pemeriksaan,” imbuh Wahid.

Kalau nanti terbukti bersalah, Wahid memastikan pasti ada sanksi yang diberikan untuk Thoyyibah.

Diketahui, Vincero anak sulung pasangan penjual mainan keliling ini tidak bisa menikmati hari pertamanya masuk sekolah. Marwah (30), ibunda Vincero pun menceritakan kejadian tak mengenakkan yang dialami anaknya di media sosial yang lantas jadi viral di kalangan warganet Samarinda.

Dalam postingan-nya, Marwah mengatakan pada 17 Juli, hari perdana sekolah,

dia bersemangat mengantar anaknya yang sudah dinyatakan diterima pada 5 Juli 2017. Dia juga sudah membayar uang pendaftaran Rp 815 ribu pada 8 Juli 2017, hasil dari utangan.

Namun, pada hari pertama sekolah tersebut, Marwah tak menemukan daftar nama anak sulungnya, Marwah pun menyambangi ruangan guru. Para guru menyuruh Marwah menemui sang Kepala SD 016 Sungai Pinang, Thoyyibah.

Di dalam ruang kepala sekolah tersebut, Marwah akhirnya bertemu. Bukan mendapat kejelasan anaknya berada di kelas mana, ibu tiga anak ini justru dicecar pertanyaan alasan mengapa dia melapor ke Disdik Samarinda terkait uang Rp 815 ribu untuk membeli batik, LKS, baju olahraga, dan rompi sekolah tersebut. Adu mulut terjadi, hingga akhirnya uang pun dikembalikan. Kasus Vincero pun jadi viral dan menyita perhatian publik.

 

Sumber :

https://demotix.com/how-to-prevent-air-and-soil-pollution/