Butuh Aturan Turunan, Kemensos Diminta Percepat Pembahasan RUU Disabilitas

Butuh Aturan Turunan, Kemensos Diminta Percepat Pembahasan RUU Disabilitas

Butuh Aturan Turunan, Kemensos Diminta Percepat Pembahasan RUU Disabilitas

Butuh Aturan Turunan, Kemensos Diminta Percepat Pembahasan RUU Disabilitas
Butuh Aturan Turunan, Kemensos Diminta Percepat Pembahasan RUU Disabilitas

BANDUNG – Rapat Paripurna ke-22 DPR RI Masa

Persidangan III telah berlangsung Kamis sore, 17 Maret 2016. Dalam kesempatan tersebut, beberapa RUU telah disahkan untuk dibawa ke Tingkat II agar dibahas bersama dengan pemerintah, salah satunya adalah RUU Penyandang Disabilitas.

Kehadiran RUU tersebut,  diharapkan  dapat segera

diselesaikan agar dapat dirasakan keberpihakannya terhadap para penyandang disabilitas. Sebab, jika sudah disahkan pun, UU ini tetap membutuhkan waktu untuk menyusun aturan turunan yang lebih detil, berupa 15 Peraturan Pemerintah (PP) dan 2 Peraturan Presiden (Perpres).  Hal demikian, dipaparkan Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS Fikri Faqih, dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Jum’at (18/3)

Merjujuk kepada regulasi tersebut, ungkap Fikri

Menteri Sosial akan meringkas aturan tersebut,  menjadi 11 PP dan 1 Permensos. Harapannya, rencana tersebut dapat diterbitkan dalam waktu segera   sehingga dapat memberikan kepastian hukum bagi Penyandang Disabilitas.

Hal yang menjadi catatan dalam RUU Disabilitas, Pemerintah akan  memberikan jaminan kepastian hukum bagi penyandang disabilitas. Hal  tersebut diharapkan segera terpenuhi. Hal itu sebagai upaya agar cara pandang negara kepada penyandang disabilitas tidak lagi menggunakan pendekatan charity (kemurahan hati), tetapi perlindungan sejati dari negara kepada rakyat secara keseluruhan.

“RUU Disabilitas yang saat ini tengah dalam proses  merupakan  revisi dari UU Penyandang Cacat nomor 4 tahun 1997 yang masih menggunakan pendekatan charity-based. UU ini pun juga mengandung pidana yang bersifat kumulatif, yang berisi denda dan penjara. Agar upaya untuk pemenuhan penyandang disabilitas menjadi efektif.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435163/10-konsep-geografi/