Panduan Cara Ternak Ikan Lele atau Budidaya Ikan Lele

Panduan Cara Ternak Ikan Lele atau Budidaya Ikan Lele

Panduan Cara Ternak Ikan Lele atau Budidaya Ikan Lele

Panduan Cara Ternak Ikan Lele atau Budidaya Ikan Lele
Panduan Cara Ternak Ikan Lele atau Budidaya Ikan Lele

Panduan cara budidaya ikan lele ini bersumber dari buku yang berjudul “LELE” yang ditulis oleh Indriyadi Hastoro. Namun saya tulis kembali dengan menambahkan kata – kata saya sendiri dengan maksud supaya lebih mudah dipahami.

Lokasi dan media untuk budidaya ikan lele

  • Ketinggian lokasi untuk budidaya ikan lele didaerah dataran rendah hingga dataran tinggi (sekitar 700 m dpl). Sedangkan suhu ideal untuk kehidupan ikan lele antara 25-28°C.
  • Untuk pertumbuhan larva antara 26-30°C.
  • Pada masa pemijahan antara 24-28°C, dan untuk tingkat keasaman (pH) air kolam berkisar 6,5-9.
  • Adapun tingkat kesadahan (derajat butiran kasac) maksimal 100 ppm dan optimal 50 ppm.
  • Kekeruhan air (turbidity) yang akan disebabkan oleh lumpur antara 30-60 cm, untuk mengukurnya bisa mnggunakan alat yang disebut sicchi disk.
  • Kemudian kadar oksigen (O2) untuk ikan lele dewasa 0,3 ppm sampai jenuh untuk burayak/anak lele. Kandungan CO2 harus kurang dari 12,8 mg/liter pada suhu perairan 25°C dan ammonium terikat 147,29-157,56 mg/l.

Walaupun ikan lele termasuk ikan yang dapat beradaptasi dilingkungan kondisi air minim, kualitas jelek, keruh, kotor serta sedikit oksigen, namun untuk menjaga kualitas ikan lele dan hasil budidaya yang maksimal sebaiknya air kolam untuk pemeliharaan sebaiknya tidak tercemari oleh limbah yang berbahaya.

Pembibitan ikan lele

umpan ikan mas – Dalam menjalankan budidaya, tahap pembibitan sangat penting dan harus dipersiapkan dengan baik.

Penyiapan induk lele

Ciri-ciri induk jantan dan induk betina

Lele jantan ciri-cirinya:

  • Ukuran kepala lebih kecil
  • Warna kulit dada atau dasar badan lebih gelap dibanding induk betina
  • Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol (meruncing) memenjang ke arah belakang. Terletak dibelakang anus dan berwarna kemerahan
  • Gerakannya lincah
  • Tulang kepala pendek dan agak gepeng/pipih(depress)
  • Perut lebih langsing
  • Jika bagian perut di-stripping secara manual dari perut ke arah ekor, akan keluar cairan putih kental (spermatozoa;mani)
  • Kulit lebih halus dibandingkan induk lele betina.

Lele betina cirri-cirinya:

  • Ukuran kepala lebih besar
  • Warna kulit dada atau dasar badan agak terang
  • Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar, dan terletak di belakang anus
  • Gerakannya lamban
  • Tulang kepala pendek dan agak cembung
  • Perut gembung dan lunak
  • Jika bagian perut di-stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor, akan keluar cairan kekuning-kuningan (ovum/telur)
  • Kulitnya lebih kasar dibandingkan lele jantan

Induk lele yang dipilih harus cukup umur. Lele lokal mulai dewasa saat berumur 6-8 bulan. Pada umur ini, bobot badan lele lokal mencapai 100 g. Untuk lele dumbo mencapai dua atau tiga kalinya (200-300g). Artinya, pada umur ini induk lele sudah dapat bertelur. Selain itu, pilih induk yang memiliki panjang badan sekitar 20-50 cm.

Untuk budidaya, induk lele hendaknya berasal dari hasil budidaya yang telah terbiasa dengan kehidupan kolam.