Menpan RB Berharap Jabar Provinsi Pertama Dirikan Mall Perizinan

Menpan RB Berharap Jabar Provinsi Pertama Dirikan Mall Perizinan

Menpan RB Berharap Jabar Provinsi Pertama Dirikan Mall Perizinan

Menpan RB Berharap Jabar Provinsi Pertama Dirikan Mall Perizinan
Menpan RB Berharap Jabar Provinsi Pertama Dirikan Mall Perizinan

BANDUNG-Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur, mengatakan, pihaknya sedang merencanakan mall pelayanan publik yaitu gabungan dari perizinan, termasuk yang menyangkut perizinan Kabupaten/Kota, Provinsi, maupun Kementerian yang selama ini dilakukan terpisah. Dia berharap Jawa Barat menjadi Provinsi Pertama yang mendirikan Mall Perizinan.

“Misalnya sekarang kan berdiri sendiri-sendiri, contoh Kementerian Agama perizinannya harus datang ke kantor KUA, urusan tanah datang ke BPN. Nanti semuanya digabung berbagai perizinan masuk ke dalam sebuah mall termasuk perizinan Provinsi, Kabupaten, dan berbagai Kementerian,” katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (13/3/2017).

Asman mengaku pihaknya sudah melaporkan usulan tersebut kepada Presiden Jokowi. Diharapkan menjadi percontohan bagi berbagai pelayanan publik yang ada di Indonesia.

“Saya sudah ajukan usulan ini kepada Presiden. Syukur-syukur

nanti Jabar jadi provinsi pertama yang mendirikan mall perizinan ini,” ujarnya.

Kemenpan RB, kini tengah membuat sistem kelembagaanya yang akan diatur oleh satu Kementerian. “Nah ini lembaganya lagi difinalisasi,” imbuhnya

Terkait pelayanan publik, Asman Abnur mengaku optimis sistem pendidikan yang dilakukan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat akan berdampak pada reformasi birokrasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, ke depan Aparatur Sipil Negara wajib

mengikuti pelatihan minimum 20 jam setiap tahun.

“Ke depan minimum 20 jam ASN setiap tahun wajib mengikuti pelatihan, pejabat Eselon kita latih di sini,” ujarnya

Adanya pelatihan ini diharapkan bisa mengurangi keluhan yang dirasakan masyarakat. Makanya ke depan ASN harus betul-betul memiliki keahlian dan keterampilan, kalau perlu mereka lebih pintar daripada rakyatnya.

“ASN harus lebih pinter, lebih punya kemampuan sehingga negara kita lebih maju lagi,” pungkasnya.

 

Baca Juga :