Cara Hidup Virus dan Perkembangbiakannya 

Cara Hidup Virus dan Perkembangbiakannya 

Cara Hidup Virus dan Perkembangbiakannya

Cara Hidup Virus dan Perkembangbiakannya 
Cara Hidup Virus dan Perkembangbiakannya

Cara Hidup Virus

Pada klarifikasi di atas, virus bisa berkembangbiak menyerupai makhluk hidup, namun cara yang dilakukan tidaklah sama. Virus memulai perkembangbiakkannya dengan menginfeksi sel makhluk hidup. Ketika menginfeksi sel makhluk hidup, ia memasukkan asam pada dasarnya ke dalam sel inang tersebut. Selanjutnya asam inti itu memperbanyak diri di dalam sel inang sehingga sel inang menjadi rusak. Setelah selesai memanfaatkan sel inang, virus akan keluar dari sel inang tersebut.
*Inang adalah organisme yang menampung virus, parasit, partner mutualisme, atau partner komensalisme, umumnya dengan menyediakan masakan dan tempat berlindung. Contohnya suatu sel sanggup menjadi inang bagi virus, gulma sanggup menjadi inang bagi kuman pengikat nitrogen, dan binatang sanggup menjadi inang bagi cacing parasitik menyerupai nematoda.

Virus yang ada tidak sanggup hidup bebas di alam, virus hanya sanggup hidup dan berkembang sebagai benalu dalam tubuh makhluk hidup. Virus membawa efek yang besar terhadap badan inangnya, terkebih lagi, ia biasanya membawa efek yang negatif terhadap inangnya. Kita ambil saja pada manusia, beberapa penyakit terjadi lantaran serangan virus,misal:

– Hepatitis Ini ialah penyakit yang terjadi lantaran serangan virus pada sel-sel hati, sehingga hati tidak berfungsi. Penderita merasa mual, menyerupai terjangkit flu. Pada penyakit hepatitis, jikalau empedu beredar di darah, badan penderita menguning dan air kencing berwarna kecoklatan.Jika hati rusak, cairan darah mengalir ke rongga perut, sehingga perut penderita menjadi buncit. Penularan hepatitis sanggup melalui makanan, alat suntik, transfusi darah, dan penularan dari ibu kepada bayi yang dikandungnya.

– AIDS
Penyakit ini disebbabkan oleh nanah HIV yang menyerang sel darah puutih tempat proses produksi zat kekebalan badan (Antibodi). Akibatnya badan penderita gampang terjangkit penyakit lain.

– Flu Burung
Flu burung ialah penyakit pada burung yang disebabkan virus avian. Virus tersebut sanggup menyerang insan dan menyebabkan kematian.

Habitat Virus

Virus mengatakan ciri kehidupan hanya jikalau berada pada sel organisme lain (sel inang). Sel inang virus berupa bakteri, mikroorganisme eukariot (seperti Protozoa dan jamur), sel tumbuhan, sel hewan, dan sel manusia. Virus yang menyerang flora sanggup masuk ke dalam flora lain, terutama melalui mediator serangga. Virus yang menyerang binatang atau insan sanggup masuk ke dalam badan binatang atau insan lain contohnya melalui makanan, minuman, udara, darah, luka, atau gigitan.

Perkembangbiakan / Reproduksi Virus

Virus hanya sanggup berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Oleh lantaran itu, virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel flora untuk bereproduksi. Cara reproduksi virus disebut proliferasi atau replikasi.

Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel induk sehabis berhasil melaksanakan reproduksi, sedangkan pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel kuman tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri, sehingga jikalau kuman membelah atau berkembang biak virus pun ikut membelah.

a. Infeksi secara litik/daur litik

Daur litik melalui fase-fase berikut ini:

Fase adsorpsi dan infeksi

Dengan ujung ekornya, fag menempel atau menginfeksi potongan tertentu dari dinding sel bakteri, tempat itu disebut tempat reseptor (receptor site : receptor spot). Daerah ini khas bagi fag tertentu, dan fag jenis lain tak sanggup menempel di tempat tersebut. Virus penyerang kuman tidak mempunyai enzim-enzim untuk metabolisme, tetapi rnemiliki enzim lisozim yang berfungsi merusak atau melubangi dinding sel bakteri.

Sesudah dinding sei kuman terhidrolisis (rusak) oleh lisozim, maka seluruh isi fag masuk ke dalam hospes (sel bakteri). Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA bakteri.
Fase Replikasi (fase sintesis)

DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) memakai DNA kuman sebagai bahan, serta membentuk selubung protein. Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA gres virus yang lengkap dengan selubungnya.
Fase Pembebasan virus fag – fag gres / fase lisis

Sesudah fag gres terbentuk, sel kuman akan pecah (lisis), sehingga keluarlah fag yang baru. Jumlah virus gres ini sanggup mencapai sekitar 200. Pembentukan partikel bakteriofag memerlukan waktu sekitar 20 menit.

b. Infeksi secara lisogenik/daur lisogenik

Daur lisogenik melalui fase-fase berikut ini:

Bakteri (Materi Biologi Lengkap)

Sumber: https://www.pendidik.co.id/pengertian-kartu-kredit-jenis-ciri-keuntungan-kerugiannya-lengkap/