Teori Yang Mendasari Pengambilan Keputusan

Teori Yang Mendasari Pengambilan Keputusan

Teori Yang Mendasari Pengambilan Keputusan

Teori Yang Mendasari Pengambilan Keputusan
Teori Yang Mendasari Pengambilan Keputusan

Kode etik suatu profesi adalah

Berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan di dalam melaksanakan tugas profesi dan dalam hidupnya di masyarakat. Norma-norma tersebut berisi petunjuk-petunjuk bagi anggota profesi tentang bagaimana mereka harus menjalankan profesinya dan larangan-larangan, yaitu ketentuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh diperbuat oleh anggota profesi, tidak saja dalam menjalankan tugas profesinya, melainkan juga menyangkut tingkah laku pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di dalam masyarakat.

 

Pengertian

Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan apakah benar atau salah dan apakah penyelesaiannya baik atau salah (Jones, 1994). Penyimpangan mempunyai konotasi yang negatif yang berhubungan dengan hukum. Seorang bidan dikatakan profesional bila ia mempunyai etika. Semua profesi kesehatan memiliki etika profesi, namun demikian etika dalam kebidanan mempunyai kekhususan sesuai dengan peran dan fungsinya seorang bidan bertanggung jawab menolong persalinan. Dalam hal ini bidan mempunyai hak untuk mengambil keputusan sendiri yang berhubungan dengan tanggung jawabnya. Untuk melakukan tanggung jawab ini seorang bidan harus mempunyai pengetahuan yang memadai dan harus selalu memperbaharui  ilmunya dan mengerti tentang etika yang berhubungan dengan ibu dan bayi.

 

Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktik suatu profesi dan keberadaanya sangat penting karena akan menentukan tindakan selanjutnya. Menurut George R.Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada.

 

Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan:

1)         Intuisi berdasarkan perasaan, lebih subyektif dan mudah terpengaruh.

2)         Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis, seringnya terpapar suatu kasus. Sehingga, meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap suatu kasus.

3)         Fakta, keputusan lebih riel, valit dan baik.

4)         Wewenang lebih bersifat rutinitas.

5)         Rasional, keputusan bersifat obyektif, trasparan, konsisten.

 

Keterlibatan Bidan Dalam Proses Pengambilan Keputusan

Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting karena dipengaruhi oleh 2 hal yaitu:

  1. Pelayanan ”one to one” : Bidan dan klien yang bersifat sangat pribadi dan bidan bisa memenuhi kebutuhan.
  2. Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan.
  3. Perawatan berfokus pada ibu(women centered care) dan asuhan total( total care).

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/