Pengertian Paragraf, Jenis-jenis Paragraf, Tanda Paragraf dan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Pengertian Paragraf, Jenis-jenis Paragraf, Tanda Paragraf dan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Pengertian Paragraf, Jenis-jenis Paragraf, Tanda Paragraf dan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Pengertian Paragraf, Jenis-jenis Paragraf, Tanda Paragraf dan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas
Pengertian Paragraf, Jenis-jenis Paragraf, Tanda Paragraf dan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Pengertian Paragraf

Paragraf adalah suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih luas dari pada kalimat. Ia merupakan himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk menjelaskan sebuah pikiran utama. Melalui paragraf itu, gagasan menjadi jelas oleh uraian-uraian tambahan yang tujuannya untuk menonjolkan pikiran utama tadi secara lebih jelas. Setiap paragraf hanya boleh mengandung satu pikiran utama atau gagasan utama.

Contoh :

Setiap warga negara Republik Indonesia dijamin kebebasannya memeluk dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Kebebasan memeluk dan beribadat dikukuhkan dalam UUD 1945 pasal 29. Oleh karena itu, situasi kerukunan dan toleransi antar umat beragama hendaknya digalang. Umat yang satu tidak dibenarkan mengganggu ataupun menyinggung perasaan umat lainnya, apalagi memaksakan kehendaknya. Dengan sikap saling menghormati dan menghargai akan terbina peri kehidupan yang rukun sehingga tercipta situasi yang tertib, damai, dan tidak timbul perpecahan antarumat beragama.
Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan masalah kebebasan memeluk dan beribadat. Oleh karena itu, paragraf ini mempunyai pikiran utama “kebebasan memeluk dan beribadat”. Uraian dimulai dengan kalimat pertama yang mengemukakan kebebasan setiap warga negara memeluk dan beribadat menurut agama dan kepercayaanya, disusul dengan serangkaian penjelasan pada kalimat 2-6 tentang kebebasan dan kerukunan hidup antarumat beragama.

Jenis-jenis Paragraf

Paragraf-paragraf yang membangun suatu tulisan dilihat dari segi sifat dan wujudnya dibagi atas : 1) paragraf pembuka, 2) paragraf penghubung, dan 3) paragraf penutup. Ketiga jenis paragraf tersebut akan dijelaskan secara singkat pada uraian berikut.
  • Paragraf Pembuka  
Paragraf pembuka atau paragraf pendahuluan berfungsi sebagai pengantar atau pembuka tulisan untuk sampai kepada masalah yang akan diuraikan. Paragraf pembuka ini jangan terlalu panjang agar tidak membosankan.
  • Paragraf Penghubung
Paragraf penghubung ialah semua paragraf yang terletak antara paragraf pembuka dan penutup. Masalah yang akan diuraikan terdapat dalam paragraf ini. Jadi, paragaf penghubung berisi pembahasan inti persoalan yang dikemukakan oleh si penulis. Oleh sebab itu, antara paragraf yang satu dan yang lain harus saling berhubungan secara logis.
  • Paragraf Penutup
Paragraf penutup adalah paragraf yang terdapat pada akhir tulisan atau yang mengakhiri sebuah tulisan. Biasanya paragraf penutup ini berisi kesimpulan dari semua pembahasan yang telah dipaparkan pada paragraf penghubung. Paragraf penutup yang berfungsi mengakhiri sebuah tulisan tidak boleh terlalu panjang, tetapi tidak berarti bahwa paragraf ini dapat tiba-tiba diputuskan begitu saja. Kalimat-kalimat yang menyusun paragraf penutup ini diusahakan dapat menimbulkan kesan yang dalam bagi pembaca. Isi paragraf penutup banyak ditentukan oleh sifat karangan.

Tanda Paragraf

Tanda sebuah paragraf dapat dilihat pada permulaan baris yang agak menjorok ke dalam kira-kira lima ketukan dari batas tulisan sebelah kiri. Penandaan paragraf dapat juga dilakukan dengan cara memberikan jarak yang agak renggang dari paragraf sebelumnya atau sesudahnya. Dengan cara demikian, pembaca mudah melihat dengan jelas batas-batas setiap paragraf.

Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Sebuah paragraf dibangun oleh beberapa kalimat yang saling berhubungan dan hanya boleh mengandung satu pikiran utama yang dijelaskan oleh beberapa pikiran penjelas. Pikiran utama dituangkan dalam kalimat utama dan pikiran-pikiran penjelas atau perincian dituangkan dalam kalimat-kalimat penjelas.
Contoh :
(1) Dalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila yang mengandung sila Ketuhanan Yang Maha Esa, taqwa kepada Tuhan menurut agama dan kepercayaan masing-masing adalah mutlak. (2) Semua agama menghargai manusia. (3) Karena itu, semua umat beragama dapat saling menghargai. (4) Hal ini mengandung arti kewajiban diantara umat beragama saling menghormati agama dan kepercayaan yang dianut. (5) Dengan itu, antara umat beragama yang berlainan akan terbina kerukunan hidup dan dari kerukunan ini dapat berkembang usaha bersama untuk menangani pembangunan masyarakat. (6) Dengan demikian, kita akan mencapai kemajuan dan akan mendapat makna yang indah karena bimbingan Tuhan Yang Maha Esa.