Metode Pemberian Tugas dalam belajar mengajar

Metode Pemberian Tugas dalam belajar mengajar

Metode Pemberian Tugas dalam belajar mengajar

Metode Pemberian Tugas dalam belajar mengajar
Metode Pemberian Tugas dalam belajar mengajar

Pengertian Metode Pemberian Tugas

Menurut Roestiyah teknik pemberian tugas memiliki tujuan agar siswa menghasilkan hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi.

Jadi Pengertian Pengertian Metode Tugas adalah suatu metode mengajar yang diterapkan dalam proses belajar mengajar, yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas.

Kelebihan dan Kelemahan Metode Pemberian Tugas

Kelebihan Metode Pemberian Tugas

Adapun yang menjadi kelebihan metode pemberian tugas diantaranya adalah Metode ini merupakan aplikasi pengajaran modern disebut juga azas aktivitas dalam mengajar yaitu guru mengajar harus merangsang siswa agar melakukan berbagai aktivitas sehubungan dengan apa yang dipelajari, sehingga metode pemberian tugas bisa,

Mengembangkan kreativitas siswa

Memupuk rasa percaya diri sendiri

Mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan anak.

Mendorong belajar, sehingga tidak cepat bosan

Membina tanggung jawab dan disiplin siswa.

Membina kebiasaan siswa untuk mencari, mengolah menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri.

Kelemahan Metode Pemberian Tugas

Sulit untuk dapat memenuhi pemberian tugas

Tugas tersebut sulit dikontrol guru kemungkinan tugas itu dikerjakan oleh orang lain yang lebih ahli dari siswa.

Dapat menurunkan minat belajar siswa kalau tugas terlalu sulit

Pemberian tugas terlalu sering dan banyak, akan dapat menimbulkan keluhan siswa,

Khusus tugas kelompok juga sulit untuk dinilai siapa yang aktif.

Pemberian tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa apabila terlalu sering.

Dalam menggunakan metode pemberian tugas ini ada tiga langkah yang harus di lalui oleh guru terhadap siswa :

1) fase pemberian tugas (persiapan)
1. merumuskan masalah (scope and sequenes) dengan jelas
2. mengemukakan tujuan pelaksanaan tugas
3. menentukan jenis tugas (kelompok/ individu)
4. memberikan penjelasan atau sebelum pengrahan tugas
5. memberikan petunjuk / sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa
6. menentukan limit waktu penentuan pelaksanaan
2) fase pelaksanaan tugas
1. mengadakan bimbingan/ pengawasan dalam pelaksanaan tugas
2. memberikan motivasai / dorongan sehingga anak mau berkerja
3. memberikan pelayanan kebutuhan
4. diusahakan / dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
5. dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematis
3) fase pertanggungjawaban tugas
1. pelaporan secara lisan/tulisan, tindakan/demonstrasi
2. melaksanakan penilaian hasil pelaksanaan tugas
3. melaksanaan penilaian proses dan hasil pelaksanaan
4. mendiskusikankesulitan-kesulitan yang tidak dapat diselesaikan oleh siswa selama pelaksanaan tugas.

Sumber: https://www.seputarpengetahuan.co.id/